http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/29/06324427/aksi.sejuta.tanda.tangan.untuk.bung.tomo

SURABAYA, RABU--Radio Republik Indonesia (RRI) Biro Surabaya
menggalang aksi sejuta tanda tangan sebagai desakan kepada pemerintah
agar Soetomo atau yang akrap dipanggil Bung Tomo segera ditetapkan
sebagai pahlawan nasional.

Kepala RRI Surabaya, M.Natsir Isfah di kantor RRI, Jalan Pemuda,
Surabaya, Selasa, mengatakan, tokoh revolusi 10 November di Surabaya
tersebut hingga kini belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional. "Kami
akan mendesak agar Bung Tomo diakui sebagai pahlawan nasional," katanya.

Menurut dia, sebenarnya desakan dari pemerintah daerah mulai daerah
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Pemerintah Kota (Pemkot)
Surabaya agar tokoh yang terkenal dengan pekik 'Allahuakbar' diakui
sebagai pahlawan, pernah digulirkan. "Namun desakan tersebut hingga
kini belum mendapatkan respons," katanya.

Untuk itu, pihaknya dengan berbagai elemen masyarakat di kota Surabaya
yang mengatasnamakan "Tim Pengusul Jasa Pahlawan Besar Bung Tomo
sebagai Pahlawan Nasional" menggalang sejuta tanda tangan. Tim
pengusul tersebut terdiri atas akademisi, tokoh masyarakat, pemerintah
dan swasta.

Aksi tersebut dilakukan dengan cara menggelar kain putih berukuran 1x4
meter sebanyak tiga lembar. Ketiga lembar kain putih panjang tersebut
bakal dibeber selama dua hari di pinggir jalan Pemuda untuk menggalang
tanda tangan dukungan.

"Kami targetkan dua hari itu terkumpul satu juta tanda tangan dan akan
segera kami serahkan ke Departemen Sosial sebagai persyaratan," katanya.

Penggalangan sejuta tanda tangan itu, kata Natsir,  dilakukan untuk
memenuhi salah satu persyaratan dukungan pada pemerintah pusat agar
menetapkan Bung Tomo sebagai pahlawan nasional.

Sebelumnya, tim pengusul ini juga telah menggelar serangkaian seminar
sebanyak tiga kali menyangkut ketokohan Bung Tomo.

Dengan penggalangan sejuta tanda tangan ini, tim pengusul berharap
pemerintah pusat segera menetapkan Bung Tomo sebagai pahlawan nasional.

Hadir dalam kesempatan itu anggota komisi I DPR RI, Joko Susilo, Ketua
Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Jawa Timur, Puji Harjo, dan pejabat di
lingkungan Pemprov Jatim.(ANT)

JY 

Kirim email ke