salam kita tunggu aja janji gubernur saat kampanye dulu.... yg katanya bisa membebaskan jakarta dari banjir..????
behh..... salam pepeng On 10/29/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/29/02000628/jakarta.mulai.tergenang > > Jakarta, kompas - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi > hampir di seluruh Jakarta, rutin sejak Senin (27/10) hingga Selasa > kemarin, menyebabkan genangan air yang memicu kemacetan arus lalu > lintas di beberapa lokasi. Enam pohon tumbang diterjang angin yang > menyertai hujan kemarin. > > Data dari Dinas Pertamanan DKI Jakarta, lima dari enam pohon tumbang > terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Pohon yang tumbang adalah pohon > angsana, di Jalan TB Simatupang, Jalan Cipete Raya, dan di Jalan Radio > Dalam. Selain itu, ada satu pohon spatodea di Jalan Kebayoran Lama dan > satu pohon mangga di Jalan Cilandak Permai juga tumbang. > > Selasa sore, terdapat satu pohon beringin di Jalan Budi Raya, Jakarta > Barat, yang tumbang. Sebuah taksi tertimpa pohon beringin, tetapi > tidak ada kerusakan serius karena hanya terhantam ranting daunnya. > Namun, kejadian ini membuat panik pengguna jalan dan memicu antrean > kendaraan. > > Berdasarkan data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), pohon > tumbang disebabkan tingginya kecepatan angin yang mencapai 25 knot. > Pohon angsana termasuk paling rawan roboh karena akar dan batangnya > mudah patah. > > Proyek Banjir Kanal > > Pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) masih terganjal persoalan serius. > Tenggat pembangunan BKT tinggal satu tahun lagi, tetapi pembangunannya > masih terkendala masalah pembebasan tanah dan pemindahan saluran udara > tegangan ekstra tinggi (SUTET) di Jalan Kolonel Soegiono. > > "Kami ingin pembebasan lahan segera diselesaikan. Untuk lahan yang > bermasalah, sebaiknya segera dilakukan dengan konsinyasi. Saat ini > pembangunan sudah mencapai lebih dari 60 persen dari 23,5 kilometer > yang direncanakan," kata Pitoyo Subandrio, Kepala Balai Besar Wilayah > Ciliwung Cisadane (BBWCC), Selasa kemarin. > > Sedangkan mengenai SUTET, Pitoyo tetap berpendapat agar SUTET itu > dipindahkan. "PLN mengusulkan agar fondasi SUTET itu diperkuat karena > kalau dipindahkan, listrik Jawa-Bali harus dimatikan sementara. Tetapi > kami tetap minta SUTET itu dipindahkan," katanya tegas. > > Penanganan banjir > > Mengenai penanganan banjir, Pitoyo menambahkan, masyarakat bisa > meminjam peralatan dan fasilitas BBWCC seperti perahu karet, pompa, > dan beronjong. Namun, peralatan itu hanya bisa dipinjam saat banjir. > > "Jika belum banjir, alat itu tidak bisa dipinjam karena akan dipakai > untuk wilayah lain yang terkena banjir," kata Pitoyo menjelaskan. > > Selain pembangunan BKT yang terus terhambat, ancaman terjadi banjir > lagi di musim hujan nanti akan makin susah dihindari karena buruknya > kondisi drainase. > > Di Jakarta Utara, ada 29 sungai dan 66 saluran penghubung, dengan > panjang total 157,55 kilometer, nyaris semua dalam kondisi rusak. > Saluran tersebut tertutup sampah, terdapat sedimentasi hingga terjadi > pendangkalan. > > Sejumlah sungai juga tertutup eceng gondok hingga sejauh 2 kilometer. > Sungai yang tertutup eceng gondok dan sampah, antara lain, terlihat di > Lagoa Kanal sepanjang 2 kilometer. Di Lagoa Buntu eceng gondok dan > berbagai material menyebar sepanjang 1,2 kilometer. Di Cakung Lama, > sepanjang 4 kilometer alirannya tertutup eceng gondok dan sampah. > > Warga di sekitar sungai sejak tahun lalu secara swadaya dengan alat > seadanya sudah melakukan pembersihan. Namun, belum ada program > pembersihan dari dinas teknis terkait. > > "Kami khawatir, banjir akan terjadi lagi tahun ini. Sebab sampah dan > eceng gondok menghambat aliran air," kata Surjadi (37), warga di tepi > Cakung Lama, Kelapa Gading. > > Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara Irvan Amtha mengakui masih > banyak saluran dan sungai yang kotor atau tertutup eceng gondok. > Sebenarnya, lebih dari 15 sungai serta puluhan saluran sudah mulai > dibersihkan, diperbaiki, dan ditingkatkan kapasitasnya. Namun, karena > keterbatasan dana, belum semuanya selesai. (ARN/CAL/PIN/NEL)
