Sepanjang kita--yang menyandang budaya yang terkesan feodal ini-- tetap sadar bahwa ini hanyalah sebuah bungkus dan bukan substansi, maka ini wajar-wajar saja.
Dan sebagai orang yang lama mengamati gerak-gerik HB X, maka saya berani mengatakan hal tersebut di atas jugalah yang terjadi pada dirinya. Dia tak pernah kelihatan bersikap mentang-mentang dalam kedudukannya sebagai Sultan: Isterinya hanya satu. Dan ketika isteri itu hanya memberinya anak- anak perempuan, dia tak mengambil isteri lain agar mempunyai kesempatan untuk memiliki anak lelaki untuk dijadikan penerus tahta kesultanan. Ketika ada gagasan untuk membangun tempat parkir bawah-tanah di alun- alun dalam upaya untuk mengatasi kemacetan lalulintas di Jogjakarta, justeru dia yang mendukung gagasan tersebut. Ketika ada seorang kuncen Gunung Merapi yang menolak perintahnya sebagai Sultan sekaligus Gubernur Jogjakarta agar segera mengungsi, dia hanya senyum-senyum saja. Saya banyak mengamati bahwa orang yang terlahir dengan "silver spoon in his mouth" biasanya tidak suka "mentang-mentang" dan "aji mumpung". Yang begitu itu biasanya adalah orang-orang yang sejak kecil memang melarat dan di dalam pikirannya juga selalu tertanam kesadaran bahwa dia adalah orang melarat Saya mendukung HB X menjadi Presiden. Mula Harahap :-) Taufan Hidayat: Bang Mula, budaya2 mmg perlu kt lestarikan. Saya setuju itu. Tapi, nanti akan runyam jika sistem monarkisme ini akan masukkan ke tatanan demokrasi yg tlah kt perjuangkan sama2. Eyang soeharto tlah kt ganyang rame2, eh, kt malah mau mengusung kembali feodalisme gaya baru. Manusia mmg gampang lupa.
