Siapa yang tidak terhenyak pada tahun 1928, ketika di bawah penguasa Hindia� 
Belanda� segelintir pemuda, melawan arus,�mengumandangkan�Sumpah Pemuda?
�
Saya dapat pastikan,�pemerintah Hindia Belanda di tahun 1928, tidak memeluk 
bangga�para pemuda itu. Sebaliknya, saya dapat pastikan ada�pemuda yang 
mengejek pencetus sumpah pemuda, kala itu.�
�
Tetapi siapa yang dapat membantah bahwa pencetus Sumpah Pemuda 
telah�menanamkan integritas bagi anak cucu mereka?

--- On Fri, 10/31/08, manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Salut Untuk PDI-P
To: [email protected]
Date: Friday, October 31, 2008, 3:18 AM






Kalo sudah tau tak akan menang dan takakan untung tapi masih mau terus 
berjuang, perhitungannya cuma satu, Bung Mula: Integritas! (Dan sebetulnya ini 
gak ada matematikanya, cuma suara dari hati yang lapng dalam).
�
Integritas ini yang sudah nyaris tak dimiliki parpol-parpol, poltisi-politisi, 
pemerintah, dan banyak individu di negeri ini.
�
manneke

Kirim email ke