Saya juga berharap begitu, yaitu bahwa kedua partai tersebut bersikap 
demikian sebagai manifestasi dari integritasnya terhadap ideologi yang 
diusungnya. Dus bukan sekedar "politicking" menjelang Pemilu 2009.

Karena--perlu kita ingat--bahwa fungsi partai yang paling utama adalah 
sebagai kanalisasi dari berbagai ideologi dalam upaya membentuk bangsa 
dan negara. Partai bukan sekedar alat untuk meraih kekuasaan.

Tapi dari melihat tingkah-laku partai-partai selama ini (termasuk PDIP 
dan PDS), terutama dalam melakukan koalisi untuk memperebutkan jabatan 
bupati/walikota, gubernur atau presiden, saya koq pesimis bahwa partai-
partai di Indonesia itu punya integritas terhadap ideologi yang 
diusungnya. 

Bahkan saya sering bertanya dalam hati, "Partai-partai ini punya 
ideologi 'nggak, sih? Koq selalu lompat sana, lompat sini dan rangkul 
sana, rangkul sini. Kasihan konstituennya yang selalu kepontal-
pontal..."

Horas,

Mula Harahap 




manneke budiman:

Kalo sudah tau tak akan menang dan takakan untung tapi masih mau terus 
berjuang, perhitungannya cuma satu, Bung Mula: Integritas! (D an 
sebetulnya ini gak ada matematikanya, cuma suara dari hati yang lapng 
dalam).

Integritas ini yang sudah nyaris tak dimiliki parpol-parpol, poltisi-
politisi, pemerintah, dan banyak individu di negeri ini.


Kirim email ke