Oleh Hermawan Kartajaya 

http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/04/0719267/


ANDA tahu, siapa yang mengucapkan kalimat seperti judul tulisan di
atas? Dia adalah William Shatner, aktor kawakan Hollywood pemeran
Captain Kirk di serial televisi "Star Trek". Shatner mengucapkan
kalimat tersebut ketika mengomentari parfum bermerek My DNA Fragrance.
Ya, inilah produk parfum yang diluncurkan di Inggris pada September
2007. Beda dengan produk parfum lainnya, My DNA Fragrances ini bau
wanginya benar-benar khas untuk setiap orang.
 
Mengapa bisa demikian? Ini karena formulasi parfum ini bahan dasarnya
menggunakan DNA seseorang sehingga tidak mungkin ada dua produk yang
bisa sama persis. Seperti pernyataan yang tercantum dalam situs
mereka, www.mydnafragrance.com, produk ini adalah "One-of-a-kind
exclusive fragrance designed by your DNA genetic code." Unik, bukan?
Inilah yang disebut "Coding the DNA". Produk ini bukan sekadar
berbeda, namun perbedaan itu benar-benar bisa sampai ke level "DNA"
perusahaan dengan memanfaatkan DNA (tanpa tanda kutip) dari pelanggan
itu sendiri.

Mengapa saya katakan seperti itu? Dalam tulisan saya terdahulu, saya
katakan bahwa positioning dalam era New Wave Marketing telah berubah
menjadi Clarifying. Nah, sama seperti hubungan antara positioning dan
diferensiasi dalam era Legacy Marketing, klarifikasi inilah yang
kemudian "diterjemahkan" ke dalam unsur-unsur unik dan inti dari
sebuah perusahaan atau merek alias "Coding the DNA".

Bagi perusahaan, produk My DNA Fragrance ini sudah melekat ke dalam
identitasnya sendiri. Setiap produk yang dihasilkan akan jadi produk
satu-satunya yang ada di dunia. Tidak bisa dihasilkan produk yang sama
persis. Sementara bagi pelanggan, produk ini bisa menjadi tambahan
identitas pribadi. Dengan menggunakan parfum ini, orang akan bisa
dengan lebih mudah mengenali kita dari bau khas kita. Bahkan,
identitas lewat parfum ini sifatnya abadi, selama sampel DNA kita
masih disimpan oleh perusahaan parfum My DNA Fragrance tadi.

Jika Anda tertarik dan ingin memesan produk ini, caranya gampang.
Masuk saja ke situsnya tadi lalu membuat account di situ. Terus klik
saja pilihan yang diinginkan, apakah parfum pria, wanita atau produk
isi ulang. Pilihan desain botolnya juga tersedia di situs itu. Nah,
selanjutnya perusahaan itu akan mengirimkan kepada Anda seperangkat
material (kit) yang gunanya untuk mengumpulkan sampel DNA. Jadi, Anda
tinggal mengoleskan air liur ke material tersebut, lalu mengirimkannya
kembali ke perusahaan parfum tadi.

Kemudian, di laboratorium perusahaan parfum itu sampel air liur Anda
tadi akan diolah jadi sebuah profil DNA. Berdasarkan profil DNA inilah
diformulasikan produk parfum dan akhirnya dikirimkan kembali ke kita.
Jadi, Anda tidak perlu repot-repot datang ke laboratorium atau diambil
darah untuk mengambil sampel DNA Anda. Cukup dengan cara yang
sederhana seperti di atas.

Setelah sukses dengan produk parfumnya ini, My DNA Fragrance berencana
untuk meluncurkan lini produk lainnya seperti lotion, sabun mandi,
serta sampo dan kondisioner. Jadi, bisa dibayangkan bahwa nanti kita
bisa punya bau yang benar-benar identik dengan kita sehingga orang
akan dengan mudah mengenali kita lewat bau tersebut.

Sebuah konsep yang luar biasa, bukan? Tak heran jika dengan melakukan
Coding seperti ini, My DNA Fragrance bisa stand-out di tengah-tengah
pasar parfum yang sudah sangat ramai. Bayangkan, ada lebih dari 30
ribu merek parfum di dunia saat ini! Namun, My DNA Fragrance bisa
membuat produk yang benar-benar unik dan bahkan tidak bisa ditiru oleh
perusahaan lain.

Selain itu, produk ini juga sangat horisontal. Karena, dengan
memproduksi parfum yang menggunakan identitas Anda, berarti merek Anda
berdiri sejajar dengan merek para perancang terkenal atau selebritis
kelas dunia yang dipakai untuk merek parfum. Jadi, merek Anda akan
bisa berdiri sejajar dengan merek-merek seperti Hugo Boss, Cartier,
Channel, Gucci, dan lainnya! Inilah era New Wave Marketing di mana
semua orang bisa berdiri sejajar. Semua orang juga jadi punya
kesempatan yang relatif sama berkat kemajuan teknologi.

Contohnya My DNA Fragrance tadi. Pengolahan DNA seseorang dan
memformulasikannya menjadi sebuah ramuan parfum yang unik tentu
membutuhkan seperangkat peralatan berteknologi canggih. Ini juga
menunjukkan semakin terbukanya akses kepada teknologi yang semula
bersifat eksklusif. Laboratorium DNA yang tadinya hanya untuk kalangan
terbatas di dunia kedokteran, bisa merambah ke dunia komersial dan
dapat dimanfaatkan oleh semua orang tanpa kecuali.

Nah, apakah Anda ingin tahu seperti apa bau tubuh Anda sendiri atau
mungkin bau tubuh seseorang? Silakan coba sendiri produk My DNA
Fragrance tadi!

Kirim email ke