Maaf, tapi harus didiskusikan;

Dalam pemilihan presdiden AS sering didengar istilah: White, Anglo-Saxon,
Protestan [WASP], istilah ini tidak secara terbuka dikampanyekan dalam
pemilu2 AS, tetapi psikologi massa pemilih di AS sejak terbentuknya negara
ini, berada dalam logika politik tadi. Jika anda mau jadi presiden AS, anda
harus kulit putih, dari bangsa Anglo-Saxon dan anda harus beragama kristen
protestan, pengecualian pada J.F.K yang katolik lalu dibunuh, dan kini Obama
yang kulit hitam. Mungkin ada yang lain? Saya kurang paham.

Tetapi yang hendak saya sampaikan, logika politik dan budaya pemilihan yang
sama, terjadi juga di Indonesia, kalau saya hendak jadi presiden, saya harus
Jawa dan Berama Islam, ini terbukti dari kepemimpinan 6 presiden, 5
diantaranya adalah suku Jawa, kecuali Habibie yang berasal dari Sulawesi.
Tampilnya Habibie hanya kebetulan belaka, karena adanya reformasi politik.

Membayangkan seorang Papua menjadi presiden, sama dengan membayangkan
mendung yang belum tentu mendatangkan hujan.

Bicara soal pluralisme demokrasi adalah bicara soal pengakuan, bukan soal
klaim mayoritas dan minoritas, bicara soal demokrasi yang hakiki adalah
bicara soal kapabilitas, komitmen dan eksistensi pribadi sesorang yang
hendak mengabdikan hidupnya buat semua golongan, dan kedewasaan berpolitik
rakyat Indonesia masih jauh dari bayangan semu yang merajai FPK kali ini.

Obama menjadi presiden kulit hitam pertama setelah menunggu dua abad lebih,
bagaimana bisa Indonesia menjejakinya? UU AP bukti dari kedunguan jaman ini
yang dengan sempurna diperlihatkan oleh sempalan2 politik sektarian yang
hanya mementingkan golongannya.

Indonesia masih di jaman batu, berharap menjadi seorang modern dalam
berdemokrasi seperti AS membutuhkan 200 tahun lagi.

Ini fakta....

2008/11/6 erensdh <[EMAIL PROTECTED]>

>   Orang Papua jadi presiden? Nanti dulu, coba baca ini: "Adik Albert
> kita sama-sama orang Timur, Belajarlah dari orang Jawa biar jadi
> beradab, dan menikah dengan orang Solo saja agar memperbaiki
> keturunan,"
> bang Sulaiman, apa mungkin itu terjadi?

Kirim email ke