SIARAN
PERS
Selamatkan
Pegunungan Kendeng,
Tolak
Pendirian Semen Gresik di Jawa Tengah  

JAKARTA,
(06/112008)– Rencana Pendirian PT. Semen Gresik di Kabupaten Pati, Propinsi
Jawa Tengah terus berjalan meskipun terjadi protes dan aksi penolakan
dari masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jawa Tengah
Tolak Pabrik Semen (TOPAN). Pendirian PT. Semen Gresik tersebut
didukung oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Pemerintah
Kabupaten Pati, Jawa Tengah.  
Serikat
Petani Pati, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng dan Pemuda
Tani Pati, Jawa Tengah, sebagai jaringan masyarakat yang
mempertahankan kelestarian lingkungan, telah datang ke secara
langsung kepada Kementrian Negara Lingkungan Hidup, Kementrian Energi
dan Sumber Daya Mineral, KOMNAS HAM dan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI
di Jakarta dengan alasan sebagai berikut :
        * Proses produksi semen akan berdampak pada rusaknya jalur air bawah 
tanah yang dimanfaatkan oleh 50% dari 214.556 Jiwa di Kec. Kayen, Tambakromo 
dan Sukolilo.
        * Kebutuhan lahan yang sangat luas (1.560 hektar—rencana awal di 
dokumen perencanaan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk) akan berdampak pada 
hilangnya lahan pertanian, petani dan buruh tani akan kehilangan pekerjaan di 
daerah yang notabenenya adalah lumbung padi Jawa Tengah.
        * Praktik alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke lahan pertambangan 
dan pabrik semen akan merusak ekosistem karena produksi semen melalui 
pembakaran bahan bakunya, terutama batu kapur akan memproduksi gas karbon (CO2) 
atau gas rumah kaca yang sangat tinggi. Kebijakakan yang mendukung rencana 
pembangunan pabrik semen di Jawa Tengah akan bertentangan dengan upaya 
pengurangan emisi karbon (CO2) dunia internasional terkait dengan perubahan 
iklim.
        * Tidak transparan dan ketidakadilan yang terjadi di lapangan saat ini 
telah mengakibatkan terjadinya perampasan hak rakyat atas informasi terkait 
dengan rencana pembangunan pabrik semen, proses penyusunan amdal yang tidak 
transparan, kebohongan publik dengan mengeneralisir bahwa seluruh masyarakat 
setuju dengan pembangunan pabrik semen dan tidak adanya pelibatan partisipasi 
masyarakat yang menolak rencana pembangunan ini.  
        * Penambangan besar-besaran yang akan dilakukan oleh industri semen 
juga akan mengakibatkan ancaman bencana banjir dengan skala yang lebih besar 
bagi masyarakat Kabupaten Pati mengingat pegunungan kendeng memiliki 16 sungai 
yang masuk di Sungai Juwana yang merupakan penyebab utama bencana banjir di 
Kabupaten Pati.
Komnas
Ham pun telah mengeluarkan surat kepada instansi dan pihak terkait di
Jawa Tengah dan Kabupaten Pati pada khususnya agar terdapat jaminan
terhadap hak-hak ekonomi, sosial budaya (Ecosob) masyarakat. Komnas
Ham juga akan melakukan kunjungan ke Sukolilo dan mengupayakan adanya
mediasi bagi kelompok yang mendukung dan menolak rencana pembangunan
pabrik semen.
Kementrian
Lingkungan Hidup, Deputi V bidang Penaatan Hukum Lingkungan akan
melakukan pemeriksaan terhadap proses amdal yang berjalan dengan
berkoordinasi pada Deputi I yang bertanggungjawab tentang Amdal,
sedangkan ESDM melalui Kepala Badan Geologi, Sukiyat menyatakan bahwa
mereka hanya melakukan riset dan pemetaan terhadap potensi
pertambangan di Indonesia, untuk kawasan Karst di Pegunungan Kendeng
memang terdapat karst kelas 1, 2 dan 3 sehingga pada beberapa titik
memang bisa untuk dibudidayakan.  
Untuk
itu Jaringan Nasional Peduli Penyelamatan Pegunungan Kendeng yang
terdiri dari elemen masyarakat sipil dan Non
Goverment Organisationyang ada di Jawa Tengah dan Jakarta, menyatakan dengan 
tegas menolak
pendirian PT. Semen Gresik dan meminta kepada Kementerian ESDM untuk
meninjau ulang rekomendasi tentang penetapan kelas kawasan Karst
Pegunungan Kendeng dengan melibatkan unsur masyarakat dan peneliti
independen. Kemudian meminta Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo untuk
mencabut dukungan dan persetujuannya terhadap rencana pembangunan
pabrik semen Gresik di Kabupaten Pati. Serta meminta pemerintah pusat
untuk melakukan pengawasan dan mendesak Gubernur Jawa Tengah, Bibit
Waluyo untuk konsisten pada misinya seperti yang dikampanyekan pada
saat pemilihan yakni (1) membangun ekonomi kerakyatan berbasis
pertanian, (2) memanfaatkan kondisi sosial budaya berbasiskan
kearifan lokal.  


Jaringan
Nasional Peduli Penyelamatan Pegunungan Kendeng:  
WALHI,
ANBTI, JATAM, Desantara, ICEL, LBH yakarta, Jaringan Masyarakat
Peduli Pegunungan Kendeng, Serikat Petani Pati, Pemuda Tani Pati, LPH
Yaphi Kudus, LBH Semarang, Aliansi Tolak Pabrik Semen(TOPAN), SHEEP
Jateng


ContactPerson:
Husain
(Masyarakat Pati)               : 081325494940
Karman
(LBH Semarang)          : 081325295515
Desmiwati
(WALHI)                         : 081381094360




 Devi R. Ayu 
Media Relation 
(WALHI - Friends of The Earth Indonesia)
Jl. Tegal Parang Utara no.14 Jakarta 12790
Phone : +62 21 794 1672, 7919 3363
Fax       : +62 21 794 1673
Mobile  Phone: +62 8156 100 353
Email  : [EMAIL PROTECTED]
            [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, namun kemampuan untuk menghadapi 
rasa takut dan berkata 'aku mensyukuri apa yang aku rasakan saat ini'. Dan 
apapun yang dirasakan saat ini, aku akan terus maju ke depan!"
- Philip Baker - 


      New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke