Pak Tjuk yth. Pak Menristek KK itu pernah bilang semburan lumpur itu 50 persen 
human error. Itu tentu butuh penjelasan ilmiah. Yg 50 persennya faktor apa. 
Tampaknya ahli yg dipake lapindo gerah dg rasan2 publik sampe ke level sakit 
hati. Cuma, ternyata kalau dibaca seksama, faktor gempa Jogja di kasus lumpur 
itu masih hipotesa. Soal tuduhan publik itu konsekuensi. Pak Rudi R, Pak Andang 
B dan kawan2 yg menyimpulkan (bukan berhipotesis) pemboran sbg penyebab 
semburan lumpur ya tdk disukai lapindo, sampai contohnya lapindo memelintir 
pernyataan Pak Andang di iklannya di media massa. Para ahli yg dipakai Lapindo 
harusnya paham dan sadar risiko bahwa mereka
dibawa masuk ke ranah rekayasa ekonomi lapindo. Diblusukno ke politik lapindo. 
Obyektivitas mereka dijadikan kadal oleh Lapindo. Power tends to corrupt. Power 
ini ya politik, ekonomi dan sains. Siapa bilang kekuasaan sains benar2 suci? 
Gallileo dan Socrates divonis mati oleh politik hukum yg bersekongkol dg tangan 
sains yg perkasa (yg diselewengkan). Saintis seperti Rudi, Andang, Susila, 
Robin, Kersam, Davies itu siapa yg menjadikan mereka kekuasaan sains yg 
nyeleweng di kasus lapindo? Tak akan ketemu jawabannya. Apa korporasi migas 
pesaing Bakrie? Tidak, krn Bakrie memperoleh Blok Brantas justru dari mitra 
asingnya. Bakrie Group adalah bagian imperium ekonomi global. Tapi mudah saja 
menjawab pertanyaan: kenapa ada ahli yg mau diminta Lapindo jadi ahli di 
pengadilan? Apa dlm rangka menegakkan kebenaran? Bukan, wong mereka ngaku 
pendapatnya baru hipotesa, belum kebenaran. Apalagi kalau ahli itu dipekerjakan 
Grup Bakrie ya mana bisa obyektif? Seperti Prof
 KK yg jadi menristek tak akan mampu bilang Lapindo salah ngebor krn 
Presidennya aja tdk berani. Power tends to corrupt. Saya tak akan menyamakan 
watak orang, tapi saya juga tahu ahli hukum entah guru besar atau guru setengah 
kecil yg biasa ngojek di pengadilan2 utk membebaskan koruptor dan penipu dg 
tarif 5 hingga 50 jt tergantung kasusnya. Di tempat lain juga ada saintis yg 
ngojek mengatasnamakan ilmu pengetahuan. Celakanya sampe clutak menyewakan alat 
praktikum mahasiswa ke pabrik-pabrik. Wah dowo, ndlewer..... Itulah bangsa 
Indonesia yg bhineka, banyak yg suka ngojek krn tdk puas dg  anugerah suci yg 
dipunyainya. Salam perjuangan!


tjuk kasturi sukiadi wrote:
>             Dear Kawan-kawan yang masih punya nurani kemanusiaan dan 
> kerakyatan, Tulisan KK tersebut kemarin sudah saya tanggapi melalui FPK, 
> namun sampai jam ini hari ini belum muncul. Sikap KK membuktikan betapa dia 
> sebagai penyandang gelar ilmiah tataran yang paling tinggi di dunia sangat 
> konsisiten menyuarakan suara Bendoro Juragan. Pokoknya La[pindo Bakrie Yang 
> Benar! Sungguh sangat menyedihkan! Salam perjuangan Tjuk KS

Kirim email ke