Luar biasa....itu yang dirasakan saat membaca artikel tentang presiden Lugo, 
dimana salah seorang tamunya adalah politisi muda yaitu Budiman Sudjatmiko, 
dalam hal ini Budimana pastilah mendapat pelajaran yang sangat berharga 
sekaligus juga mendapatkan bahan bakar lebih yang bermuara pada energi badan 
dan pikiran untuk terus berjuang dan berjuang.Artikel tersebut mengajarkan 
kepada kita bahwa kapitalis, sosialis dan segala macam pemikiran adalah sama 
sekali palsu dan tidak berguna apabila tidak digunakan untuk kesejahteraan 
rakyat.Indonesia sebagai tempat lahirnya Pancasila malah gagal menyerap inti 
dari sila yang ada didalamnya malah pemimpin negara lain yang mengakuinya.
Gak penting tikus putih atau tikus hitam yang penting RAKYAT SEJAHTERA.

salam

iswandy

--- Pada Jum, 7/11/08, Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Percakapan dengan Lugo dan Chavez
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 7 November, 2008, 8:42 PM











            Sebenarnya dimedia masa di Eropa dan Inggris sudah selalu 
menuliskan akan sepak terjang negara-negara Amerika Latin yang sedang berjuang 
untuk kepentingan rakyatnya, walaupun dengan naga sedikit negative. Saya rasa 
karena mereka mempunyai kekuatiran yang besar bahwa negara-negara Amerika Latin 
sedang berusaha untuk bisa menyejahterakan rakyatnya dimasa depan. Jika rakyat 
di Paraguay dan Venezuela, bisa menjadi sejahtera, mereka akan bisa mandiri, 
maka hal itulah yang dikhawatirkan negara-negara adidaya. Karena tidak bisa 
lagi mencuri harta karun yang terpendam dinegara tersebut dengan se-enaknya. Ya 
dengan cara melakukan tarnsaksi yang selalu menguntungkan negara adidaya dan 
malahan merugikan negara penghasil tambang-nya.



Hal-hal yang bersifat sosialis sudah dicap 'negative" bagi negara-negara 
adidaya. Maka di Asiapun hal tersebut sangat ditutup rapat-rapat oleh medianya, 
agar masyarakat awam tidak mengetahui sepak terjang negara-negara Amerika latin 
saat ini.



Indonesia harus banyak belajar dari para pemimpin Amerika Latin yang baru 
tersebut, seperti Fernando Lugo - Presiden Paraguay yang baru dilantik, belajar 
dari kebijakan-kebijakan dan cita-cita Bung Karno, pada masa Bung Karno 
menjalankan perlawanan terhadap kolonialisme.

Seharusnya masyarakat Indonesia muda saat ini malu, karena pemimpin di Amerika 
Latin saja sangat menghargai Pahlawan Bangsa Indonesia, kita kok malah mengecap 
Bung Karno bukan pahlawan dan memperlakukan beliau dengan sangat rendah. 
Menyedihkan. ...



Salam,

Yuli


Kirim email ke