Pastinya berita2 tentang perkembangan Amerika Latin disorot sisi negatifnya oleh negara2 yang dirugikan dengan gebrakan revolusioner para pemimpinnya. Tentu konglomerasi raksasa berupaya untuk kembali merebut ladang uang mereka.
Maka tidak heran kalau Chaves pernah mengalami percobaan kudeta. Atau pernah juga di Paraguay di tahun 80an sampai terjadi pembunuhan para tokoh pembela wong cilik. Sebut saja tokoh penting Uskup Romero, Ignacio Ellacuria dan juga banyak aktivis pejuang keadilan. Di Indonesia lebih dilakukan secara diam2, seperti diculik, atau diracun. Semoga hal2 seperti itu tidak terjadi lagi. Kalaupun masih ada, semoga para pejuang keadilan tidak takut melanjutkan perjuangannya. riyanto Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> Date: Fri, 7 Nov 2008 17:42:19 To: <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Percakapan dengan Lugo dan Chavez Sebenarnya dimedia masa di Eropa dan Inggris sudah selalu menuliskan akan sepak terjang negara-negara Amerika Latin yang sedang berjuang untuk kepentingan rakyatnya, walaupun dengan naga sedikit negative. Saya rasa karena mereka mempunyai kekuatiran yang besar bahwa negara-negara Amerika Latin sedang berusaha untuk bisa menyejahterakan rakyatnya dimasa depan. Jika rakyat di Paraguay dan Venezuela, bisa menjadi sejahtera, mereka akan bisa mandiri, maka hal itulah yang dikhawatirkan negara-negara adidaya. Karena tidak bisa lagi mencuri harta karun yang terpendam dinegara tersebut dengan se-enaknya. Ya dengan cara melakukan tarnsaksi yang selalu menguntungkan negara adidaya dan malahan merugikan negara penghasil tambang-nya. Hal-hal yang bersifat sosialis sudah dicap 'negative" bagi negara-negara adidaya. Maka di Asiapun hal tersebut sangat ditutup rapat-rapat oleh medianya, agar masyarakat awam tidak mengetahui sepak terjang negara-negara Amerika latin saat ini. Indonesia harus banyak belajar dari para pemimpin Amerika Latin yang baru tersebut, seperti Fernando Lugo - Presiden Paraguay yang baru dilantik, belajar dari kebijakan-kebijakan dan cita-cita Bung Karno, pada masa Bung Karno menjalankan perlawanan terhadap kolonialisme. Seharusnya masyarakat Indonesia muda saat ini malu, karena pemimpin di Amerika Latin saja sangat menghargai Pahlawan Bangsa Indonesia, kita kok malah mengecap Bung Karno bukan pahlawan dan memperlakukan beliau dengan sangat rendah. Menyedihkan.... Salam, Yuli
