Karena jiwa sebagian masyarakat kita bukan pembawa
damai tetapi masih jiwa pembalas dendam...
audzubillah minzalik...

mang iyus


    Re: Ke Mana Energi Bangsa [khususnya generasi muda]  Mau Diarahkan..
    
<http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/107394;_ylc=X3oDMTJ0ajE1YWg0BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxMDczOTQEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTIyNzI0OTI4Nw-->



      Posted by: "Lasma siregar" [EMAIL PROTECTED]
      <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
        las032002 <http://profiles.yahoo.com/las032002>


        Thu Nov 20, 2008 10:33 pm (PST)

Memang tak ada gunanya menghabiskan energi dengan mengais-ngais
dosa masa lampau dan saling membalas dendam sejarah!
Buuaaanyak yang lebih penting yang perlu sekali kita kerjakan
buat masa depan.

Tapi yang namanya rekonsiliasi tak punya arti apa-apa kalau hanya
mangan pasti mangan sing penting kumpul (rekonsiliasi) di tepian
Bengawan Solo atau Segoro Kidul!
Mesti ada keadilan dan kebenaran sejarah seperti di South Africa-nya
Nelson Mandela dan Desmond Tutu!
Nah yang inilah nampaknya belum pernah ada!

Kalau South Africa bisa, mengapa kita yang lebih maju ini (katanya)
sama sekali tak mampu?
Inilah misteri yang belum terjawab!

Salam
Las


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke