*AKSI GLOBAL UNTUK KEADILAN IKLIM
*
“Jangan membebek, jangan mau dikambinghitamkan”
*Latar
belakang*
"Global Day of Action on Climate" atau
"Hari Aksi Global untuk isu
perubahan iklim" berlangsung
sejak tahun 2005 dan telah menjadi kegiatan
tahunan. Diadakan
setiap kali pada hari Sabtu yang jatuh ditengah-tengah
berlangsungnya
pertemuan tahunan PBB mengenai perubahan iklim
(Conference of
Parties to the UNFCCC). Disebut sebagai hari aksi global
karena
pada tanggal tersebut masyarakat sipil dari berbagai kota dunia
akan
beraksi kurang lebih secara serentak menuntut keadilan iklim.
Tahun
ini pertemuan COP UNFCCC akan berlangsung di Poznan,
Polandia, dari
tanggal 1 hingga 12 Desember, sehingga Global Day
of Action jatuh pada
hari Sabtu, 6 Desember 2008.
Tahun
2008 ini tuntutan aksi global- internasional ini berbunyi:
/"Kami
menuntut para pemimpin dunia untuk segera mengambil
langkah-langkah
pencegahan terganggunya keseimbangan iklim global yang
menghancurkan.
Untuk itu seluruh dunia perlu secepat mungkin menyepakati
traktat
pengurangan emisi yang lebih kuat yang adil dan efektif
dalam
meminimalkan bahaya perubahan iklim.
Kami menuntut
negara-negara yang telah lama menjadi negara industri dan
telah
mengeluarkan emisi gas rumah kaca terbanyak untuk bertanggung
jawab
dalam mitigasi perubahan iklim dengan cara mengurangi emisi
mereka
dalam waktu sesingkat-singkatnya dan berkontribusi dalam
revolusi energi
bersih di negara berkembang. Negara maju harus
bertanggungjawab untuk
membiayai langkah-langkah penyesuaian yang
harus dilakukan, terutama
oleh negara-negara penghasil emisi
rendah dengan sumber daya ekonomi
yang terbatas.
Yang
pertama-tama akan terkena dampak terberat perubahan iklim
adalah
kelompok termiskin. Maka dari itu, mereka yang memiliki
sumberdaya
ekonomi untuk bertindak harus beraksi segera."/
Tahun lalu masyarakat sipil
Indonesia terlibat dalam Hari Aksi Global
ini dengan fokus pada
aksi di Denpasar bertepatan dengan pertemuan COP
13 di Nusa Dua,
Bali.
Sarekat Hijau Indonesia dan Walhi berinisiatif untuk
melanjutkan rantai
aksi global tersebut. Aksi tahun ini juga akan
mengangkat isu krisis
keuangan global yang tidak dapat dilepaskan
dari persoalan krisis
ekologi. Kami memandang bahwa krisis
multi-dimensi global ini adalah
persoalan ekonomi politik yang
merupakan soal penguasaan akses dan
kontrol ekonomi, alokasi
sumberdaya ekonomi, dan distribusi manfaat atas
sumber-sumber
ekonomi. Gaya hidup konsumtif kelompok dan masyarakat yang
dapat
menikmati tingkat kesejahteraan yang tinggi dimungkinkan
berkat
penghisapan terhadap kekayaan alam dan modal sosial di
negara-negara
selatan dan/atau negara yang lebih miskin, serta
terhadap kelompok yang
lebih rentan pada umumnya. Gaya hidup dan
pola konsumsi mereka
bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan
hidup dan tatanan sosial
akibat eksploitasi yang membabi buta di
negara-negara yang menjadi
sumber penghisapan. Di sisi yang lain,
kami menilai bahwa Pemerintah
Indonesia terus membebek kepada
negara maju, yang berupaya mengalihkan
tanggung-jawab mereka
kepada negara miskin dan berkembang.
*Tema*
Tema
utama aksi global dari Bundaran HI hingga Istana Negara di
Jakarta
adalah:
“Jangan Membebek, Jangan Mau
Dikambing-hitamkan”
Dengan tuntutan dan seruan:
*
menuntut penurunan emisi dengan
mengubah pola konsumsi di
negara-negara Annex
1 dan mengurangi permintaan atas
produk-produk/
bahan baku industri yang berpotensi mengancam
kerusakan hutan Indonesia
*
menuntut penurunan emisi di negara-negara Annex 1 tanpa
praktik
/offseting/
*
menuntut pelunasan utang ekologi oleh negara-negara yang
telah
mengekstraksi sumberdaya alam
Indonesia
*
menuntut
jaminan, akses dan kontrol rakyat atas sumberdaya alam
dan digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat
*
mengukuhkan kemandirian dan
kedaulatan rakyat atas energi, pangan
dan
air
*
menolak nuklir,
batu bara dan /agrofuel/ sebagai jawaban atas
kebutuhan energi bersih masa depan
*
menolak keterlibatan lembaga keuangan internasional
seperti bank
dunia dalam pembiayaan penanganan
perubahan iklim
*Bentuk kegiatan*
Aksi akan
mengambil bentuk kegiatan karnaval keberagaman dengan
melibatkan
berbagai kelompok masyarakat luas. Semangat yang dipancarkan
dari
karnaval adalah optimisme untuk mengubah dunia menjadi lebih
baik
dengan semangat persaudaraan dan solidaritas
ekologis.
Peserta karnaval akan berpartisipasi dalam
melukiskan gambaran bumi baru
yang mencerminkan sebuah dunia
dimana tidak ada lagi penjajahan ekonomi,
sosial dan politik.
Negara (rakyat) memiliki kedaulatan atas
sumber-sumber kehidupan
adalah mutlak untuk dipergunakan sepenuhnya
untuk kebutuhan dan
kesejahteraan rakyat sekaligus memberi jaminan
penghidupan bagi
generasi mendatang.
(/“Bumi cukup untuk kita semua
tetapi tidak untuk ketamakan segelintir
orang”/-
Gandhi)
*Rincian acara*
Tempat : Sepanjang jalan
antara Bundaran HI dan Istana Negara
Waktu : 6 Desember
2008, pk 8.30 – 12.00
10.00 : melukis Bumi Baru (di Bundaran HI, Jl. Thamrin, Jakarta Pusat)
10.00 – 11.00 : berparade ke Istana Negara dengan mengusung lukisan Bumi Baru
11.00 – 12.00 : deklarasi Bumi Baru (di depan Istana Negara)
Peserta : masyarakat umum (keluarga dan anak-anak dipersilakan terlibat)
*Persiapan teknis*
Peserta diharapkan membawa perbekalan aksi berupa ide-ide kreatif untuk
dituangkan pada kanvas Bumi Baru dan peralatannya (kuas dsb), bekal
minum dan makan siang dari rumah (sebaiknya tidak dikemas dalam
styrofoam dan plastik).
*Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi** situs:*
1.http://sarekathijauindonesia.org/?q=id/content/hari-aksi-global-untuk-keadilan-iklim
<http://www.sarekathijauindonesia.org/>
2.http://www.walhi.or.id/kampanye/psda/bioregion/gda_iklim/
<http://www.facebook.com/pages/Sarekat-Hijau-Indonesia/99999490318>
Salam,
Devi R. Ayu
Media Relation
(WALHI - Friends of The Earth Indonesia)
Jl. Tegal Parang Utara no.14 Jakarta 12790
Phone : +62 21 794 1672, 7919 3363
Fax : +62 21 794 1673
Mobile Phone: +62 8156 100 353
Email : [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, namun kemampuan untuk menghadapi
rasa takut dan berkata 'aku mensyukuri apa yang aku rasakan saat ini'. Dan
apapun yang dirasakan saat ini, aku akan terus maju ke depan!"
- Philip Baker -
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]