"Kalau tikus itu dibiarkan, keenakan dong,..." Itulah tag
word atau kata kunci kaum Retalianist... makanya tidak
mungkin bisa mengerahkan seluruh energi ke masa depan...
Separuh energi dipakai untuk "mengejar ekor sendiri" dan
mengais-ngais kuburan... Dan nasibnya akan seperti isteri
Lot... yaitu menjadi tiang garam...
Mang Iyus
Re: Ke Mana Energi Bangsa [khususnya,generasi muda] Mau Diarahkan..
<http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/107547;_ylc=X3oDMTJ0OWFpdDI0BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzEzMDA2NzAyBGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxMDc1NDcEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTIyNzQ0ODA2Mg-->
Posted by: "Y. B. Riyanto" [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Sun Nov 23, 2008 1:07 am (PST)
Mungkin analogi yang Anda pakai yang harus diubah. Bukan kucing mengejar
ekornya sendiri, tapi kucing yang mengejar tikus2 koruptor. Kalau tikus
itu dibiarkan, keenakan dong, dan bisa memberi wabah virus korupsi ke
tikus lainnya.
Ini bukan masalah energi terkuras, tapi masalah keadilan dan menciptakan
budaya jujur.
riyanto
[Non-text portions of this message have been removed]