tiga hal kunci harus dilakukan agar masalah yg membelit
bangsa terkait dimensi waktu bisa diselesaikan :
- menegoisasikan masa lalu
- memperbaiki masa kini
- menyelamatkan masa depan
(maaf sy lupa menyitir siapa penulisnya)
tanpa adanya komitmen bersama akan hal tsb, niscaya
tdk akan pernah energi yg keluar menghasilkan kemajuan.
apapun ide2 realistis menegoisasikan masalah hms, harus ada
suatu keputusan yg bisa diterima semua pihak . tdk stagnan
sambil mengulur waktu hingga amnesia tiba. keberhasilan
adalah hasil dari usaha, bukan penyerahan diri.
kita bukan bangsa kucing, kita bangsa besar yg belum menemukan
kedewasaannya. janganlah mudah menyerah.

----- Original Message ----- 
From: "Juswan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "FPK Kompas" <[email protected]>
Sent: Sunday, November 23, 2008 5:44 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Ke Mana Energi Bangsa 
[khususnya,generasi muda] Mau Diarahkan..


> Nggak juga nihilisme mas Eko. Cuma kenyataannya Tuhan menciptakan
> manusia dengan "wajah yang menghadap ke muka". Bukan ke belakang !
> Jadi janganlah kita bersikap seperti "kucing yang mengejar ekornya 
> sendiri"
> sehingga terus berputar-putar seperti "merry go round" dan tidak maju
> maju.
> Bukan nihilisme melainkan beda paradigma saja. Ada yang punya
> paradigma "fiat iustitia ruat coeli" tetapi ada yang punya paradigma beda
> "fiat voluntas tua".  Keduanya penting.  Saya sih cuma pikir bangsa ini
> jangan hendaknya terus seperti kucing yang berputar-putar mengejar
> ekornya sendiri. Habis energi dan tidak  maju-maju boro-boro mencapai
> tujuannya.
>
> [Energi banyak terkuras berusaha menghukum HMS tetapi gagal karena
> ybs wafat. Energi dikuras lagi berusaha harta keturunannya dibalikkan
> ke negara. Sampai kini tidak berhasil apapun. Sampai kapan mau dikuras
> lagi energi massa untuk hal-hal seperti itu? Saya sungguh tidak tahu...
> karena "energi massa" itu bukan penjumlahan satu tambah satu jadi dua
> semata-mata...]
>
> Mang Iyus

Kirim email ke