Waduh pak manneke kok sudah mau marah marah. Kalau saya terus terang keberatan kalau masuknya makin pagi. Kasian anaknya kasian orang tuanya juga. Anak saya masih TK besar, masuk jam 730, menurut saya itu waktu yg ideal. Kenapa, karena saya masuk kantor jam 9, pulang sampe rumah rata rata jam 9 malam. Anak saya baru satu dan setengah mati saya selalu berusaha mendampingi anak saya.
Jadi bangun jam 6 pagi, (saya dan anak) siap siap jam 7 berangkat anter anak sekolah terus ke kantor. Jam 11 anak saya sampai rumah, main main, terus makan siang, terus tidur siang. Bangun tidur main diluar rumah. Maghrib mandi, makan belajar sampai jam 1930 baru nonton tv sambil nunggu papanya pulang jam 9 biar sempet ngobrol ngobrol dulu sebelum dianter bobo. Saya karyawan biasa yang tidak bisa keluar kantor seenak enaknya. Sering pekerjaan saya menuntut untuk kerja lembur, untungnya bisa diselesaikan dirumah. Jadi sebanyak apapun pekerjaan saya harus pulang jam 7 malam, supaya jam 9 sampai dirumah supaya sempet ketemu anak. Setelah anak tidur baru saya selesaikan pekerjaan yang tertunda. Nah kalau anak saya harus masuk jam 630, saya dan anak mesti bangun jauh lebih pagi, sedangkan waktu tidur tetap sama, jam 10 untuk anak saya dan jam 12 - 1 untuk saya. Jadi yah, terganggulah rutinitas saya dan anak. Ga tau kalu yang lain On 11/25/08, manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya tak punya anak yang sekolah di Jakarta saat ini, dan tak punya alasan > buat mengkamuflase apapun karena saya tinggal di negeri lain. Dan saya > sangat menentang kebijakan jangka pendek yang dangkal ini. Eric mau jelaskan > kepada saya apa yang saya kamuflase-kan? > > Mumpung saya belum caci-maki kamu nih karena telah dengan kurang ajar > menuding para orangtua yang protes soal jam sekolah sebagai orang-orang yang > mementingkan dirinya sendiri dan cuma memakai anaknya sebagai alat untuk > memenuhi kepentingan sendiri. > > manneke
