Mbak Maria Mustika

Kalau berbicara keterampilan moderator adalah kemampuan menjembatani bottle
neck yang terjadi. Artinya seorang moderator yang piawai akan menutupi
pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh pembicara, keluar konteks atau
sulit untuk dijawab karena mengarah kepada pribadi pembicara. Moderator
seolah-olah piawai jika dia mendominasi pembicaraan, memaparkan asumsi
bahkan konklusi awal yang melebihi nara sumber (terjadilah moderator lebih
hebat dari nara sumber), bahkan menjawab pertanyaan. Karena saya juga adalah
sering menjadi moderator dan pembicara, kita harus tahu dimana posisi kita.
Jadi bahasa mampu mengendalikan sesi itu tolong direnungkan kembali sesuai
dengan konteksnya

BTW, keputusan RM mundur, juga adalah iklan lho jadi  bukan masalah duit
atau seretnya setoran,  iklan yang selama ini dilakukan adalah inisiasi yang
mengarah kepada pengetahuan masyarakat siapakah RM, jadi opini awal sudah
terbentuk. Anda boleh tanya saja sama grass root di bawah, siapakah RM,
pasti mengarah kepada iklan yang besar, atau bahkan ada .. oh. yang "if
there is a will there is a way". Kalau saya pakai bahasa Pak Hermawan ini
sudah sampai kepada "mind share", tetapi untuk menuju ke "Hearth share"
perlu upaya yang lebih banyak lagi, dan ini tidak mungkin terjangkau oleh RM
dalam waktu dekat (2009). Jadi itu bukanlah menyerah sebelum berperang
tetapi mengatur strategi dan persiapan selama 4 tahun ke depan.

This is not the BIG eat the SMALL or the OLD eat the YOUNG, but the FAST eat
the SLOW.

Ilmi
Sekali Celli tetap Celli


2008/11/25 maria mustika <[EMAIL PROTECTED]>

>   aku sudah pernah ikutan diskusi dengan RM sebagai fasilitator pada tahun
> 2005 di Surabaya...dan harus saya katakan, kalo dia gak becus pegang sesi
> diskusi. Selain terlalu mengontrol forum dengan membuat guyonan pernyataan
> peserta, kalau ada pernyataan yang gak dijawab gak dikejar, bahkan
> pertanyaan itu ditenggelamkan, kalo diingatkan malah bikin jawaban sendiri
> (ingat ketika itu ada pembicara dan dia bukan pembicara)...so buatku dia
> benar-benar nooooollllllll besarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!
>
> kalo pegang sesi saja dia belum mampu, apalagi mengatasi masalah yang lebih
> besar. Menurutku dia butuh belajar lebih banyak (terutama kalau dia memang
> masih merasa berasal dari rakyat) untuk mendengar daripada bicara...saya
> akan mempertimbangkan lg kalau ada perubahan.
>
> namun sayangnya hingga saat ini dia masih
> nooooooooooooooolllllllllllllllllllllllllll besarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke