Jakarta, Kompas - Setelah rumah mantan Gubernur Bank Indonesia Arifin M Siregar dirampok, Rabu (3/12), giliran rumah Direktur Utama PT Sarana Prima Cipta Semangat Hanis Tirta Djaja dibobol maling, Kamis (4/12). Perhiasan senilai Rp 900 juta raib. Penjahat tampaknya kian garang.
Sehari setelah terjadi perampokan di PT Sarana Prima, kantor PT Sangkuriang Satria Sejati dirampok penjahat bercelurit, di antara mereka bahkan bersenjata api. Dua satuan pengaman perusahaan kaset itu disekap. Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Santoso kemarin memaparkan, perampokan di kantor PT Sangkuriang terjadi Jumat pukul 02.30. Kantor perusahaan itu terletak di Penjaringan, Jakarta Utara. Menjelang kejadian, dua petugas satpam kantor, Agus Suwiryo dan Rakinten, sedang bertugas. Keduanya melihat delapan pria tak dikenal memanjat tembok setelah menggunting kawat berduri di atas tembok. Mereka mendatangi kedua petugas satpam itu. Sempat terjadi adu fisik, tetapi akhirnya kedua petugas satpam itu pun menyerah. Selain karena jumlah perampok lebih banyak, mereka juga membawa celurit dan senjata api laras panjang. Tangan kedua petugas satpam diikat, sementara mulut mereka diplakban. Pelaku lalu memecahkan kaca pintu, merusak, dan masuk ke kantor. Pelaku membawa uang Rp 40 juta. Ratusan juta Kamis (4/12) sore, rumah Hanis Tirta, pengusaha yang bergerak di bidang perdagangan suku cadang sepeda motor, kecurian. Selain perhiasan, sejumlah dokumen perusahaan pun hilang dari rumah yang beralamat di Kelapa Puyuh II, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara. Sementara itu di Palima, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, kemarin, sebuah minimarket dibobol. Polisi menduga pelaku yang masuk atap bangunan lebih dari seorang. Para pencuri membawa lari telepon genggam, rokok, kosmetik, dan minuman ringan. Kerugian diperkirakan Rp 24 juta. Pada hari yang sama, SD Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel di Cilegon juga kebobolan. Sekurangnya 17 komputer yang tersimpan di laboratorium dicuri. Kerugian ditaksir Rp 55 juta. Guru komputer sekolah, Yati Rifati, menjadi saksi pertama. Pada 12 November, Hamam Zaky, warga Cikarang Baru, Bekasi, juga dirampok lima penjahat. Sedan bernilai ratusan juta rupiah dirampas dari tangannya. (NTA/WIN) http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/06/0053452/penjahat.kian.garang
