Agen, antek-antek atau kaki tangan, ya nampaknya sejenis!
Cuma yang jadi pertanyaan adalah "apakah yang dilakukannya ini
buat kepentingan negaranya, kelompok asing ataukah diri sendiri
(karena uang misalnya)?"

Jadi yang namanya agen, antek-antek, kaki tangan, koloborator
apapun istilahnya ada diantara kita semua.
Kapan saja, dimana saja dan siapa saja!
Apakah salah apakah benar yang dilakukannya, hanya sejarahlah
yang bisa menjawab!

PRRI/Permesta nampaknya jadi agen siapa saja yang anti Sukarno,
tapi apakah mereka melakukannya demi kepentingan negara lain?
Bukankah yang terjadi karena mereka semuanya punya "musuh" yang
sama dan akibatnya semuanya saling jadi agen/antek-antek buat
keuntungan bersama?
Penuh misteri deh.....
James Bond where are you when we need you?

Salam
Las

--- On Sat, 6/12/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Agen atau Antek
To: [email protected]
Received: Saturday, 6 December, 2008, 9:58 AM






Oleh BUDIARTO SHAMBAZY
http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/12/06/ 00082491/ agen.atau. antek

Setelah identitasnya sebagai agen CIA diungkapkan, Valerie Plame
menuntut Wakil Presiden Dick Cheney dan pembantunya, Lewis Libby.
Pengungkapan nama agen melanggar UU Perlindungan Identitas Agen
Rahasia 1982.

Pengadilan menolak dakwaan Plame terhadap Cheney. Libby mundur dari
jabatannya dan tahun lalu pengadilan menjatuhkan vonis hukuman penjara
dan denda.

Plame istri Joseph Wilson, mantan Duta Besar AS di Niger. Wilson
ditugaskan Gedung Putih ke Niger untuk meneliti rencana pembelian
uranium oleh Presiden Irak Saddam Hussein.

Wilson mengungkapkan di media rencana itu khayalan Gedung Putih. Saat
itu Presiden George W Bush sedang menyiapkan serbuan ke Irak dengan
dalih Saddam membuat senjata pemusnah massal.

Walau identitas agen yang pensiun maupun yang masih hidup dibawa ke
liang kubur, tak sedikit politisi kelas wahid bermain api. Salah satu
contohnya asisten pribadi Kanselir Jerman Barat Willy Brandt
(1969-1974), Gunter Guillaume.

Brandt masyhur karena "ospolitik" yang mendekatkan negaranya dengan
Jerman Timur, Uni Soviet, dan negara-negara komunis Eropa Timur.
Berkat jasanya itu, Brandt dianugerahi Nobel Perdamaian 1971.

Apa lacur, ia disusupi Guillaume yang agen dinas rahasia Jerman Timur,
Stasi. Gara-gara skandal yang memalukan ini, Brandt mengundurkan diri.

Salah satu politisi terkenal yang digosipkan menjadi agen CIA adalah
Anwar Ibrahim, kala itu Deputi Perdana Menteri Malaysia. Buku Tim
Weiner, Membongkar Kebobrokan CIA (2008), mengutip wawancara dengan
mantan agen Clyde McAvoy tahun 2005.

McAvoy mengaku merekrut dan mengontrol Adam Malik sebagai agen. Adam
Malik adalah Wakil Perdana Menteri II/Menteri Luar Negeri RI
(1966-1977) dan sebelumnya Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin (1965).

Adam Malik salah satu trio pemimpin yang melahirkan Orde Baru bersama
Soeharto dan Sultan Hamengku Buwono IX. Orde Baru rezim pemenang yang
menyingkirkan Bung Karno lewat Supersemar.

Weiner mengingatkan pembaca tentang pasang surut perjalanan CIA yang
tak luput dari berbagai kegagalan. Salah satu kegagalan terjadi di
Indonesia sejak PRRI/Permesta 1957 sampai G30S tahun 1965.

Indonesia negara menengah yang jadi "medan tempur" Blok Barat versus
Timur berkat posisi politis, geografi, dan ekonomi yang strategis.
Bagi Timur ataupun Barat, kepemimpinan Bung Karno duri di dalam daging.

Bung Karno pendiri Gerakan Nonblok yang menolak Perang Dingin. Ia
bukan pengobral kekayaan alam seperti Orde Baru dan membangun pamor
TNI sebagai kekuatan yang disegani.

Bukan cuma CIA, dinas-dinas rahasia asing lainnya saat itu beroperasi
di sini. PRRI/Permesta operasi terpadu yang melibatkan pula dinas
rahasia Inggris, Singapura, Malaysia, dan Australia.

Pada akhir dekade 1950 mereka menggoyang Bung Karno dengan cara kotor.
"Sebuah topeng mirip Sukarno dikirim ke Hollywood, dipakai bintang
film porno yang in action," kata Barry Hillenbrand, wartawan Time.

Lalu film dan foto-foto mirip Bung Karno itu disebarluaskan di sini.
Tetapi, tak satu orang pun termakan kampanye murahan itu.

Ketika itu pembunuhan politik juga dipakai untuk melikuidasi Bung
Karno. Dan, sejak awal 1960-an, berbagai isu miring ditebarkan,
termasuk kabar tentang kudeta dan memburuknya kesehatan Bung Karno.

Salah satu teori mengatakan Barat menyerah dan menyimpulkan Indonesia
akan jadi komunis. Kesimpulan itu bisa dibaca dari lalu lintas memo
intelijen, analisis, telegram, dan berbagai dokumen (declassified
documents) antara Washington DC dan Jakarta.

Bundel dokumen itu berjudul "Foreign Relations of the US 1964-1968
Volume XXVI: Indonesia, Malaysia-Singapore, Philippines (2001)".
Bundel ini diterbitkan Kantor Sejarahwan, Biro Pelayanan Umum,
Departemen Luar Negeri.

Ada tiga subjudul Indonesia. Pertama "Konfrontasi Sukarno dengan
Malaysia: Januari-Desember 1964", kedua Konfrontasi Sukarno dengan AS:
Desember 1964-September 1965", dan "AS dan Suharto: April
1966-Desember 1968".

Penerbitan bundel ini kewajiban konstitusional karena AS negara yang
menjunjung transparansi. Itu sebabnya, ada data sumbangan Kedubes AS
untuk Kap-Gestapu yang diterima Adam Malik dan kawan-kawan.

Dari bundel ratusan halaman ini terungkap Orde Baru menerima
gelontoran bantuan dari Washington. Bentuknya dari beras sampai
peralatan komunikasi, dari duit sampai susu.

Juga terurai jelas elite negeri ini menjadi antek AS. John Perkins
lewat buku Confessions of an Economic Hit Man menceritakan petualangan
memeras habis kekayaan alam negeri ini sembari menyogok elite Orde Baru.

Washington terkejut melihat pembunuhan pasca-G30S. Itu sebabnya,
Presiden Jimmy Carter tak mau melawat ke sini dan menekan Jakarta
membatalkan eksekusi Soebandrio dan Omar Dhani.

Tak seorang pun peduli Adam Malik agen CIA karena negara sudah puluhan
tahun jadi antek siapa saja. Sampai kini negara antek kapitalisme,
neoliberalisme, IMF, dan Bank Dunia.

Sampai kini agen berkeliaran ke mana-mana. Mereka mengumpulkan info
politik, ekonomi, bisnis, sosial, sampai budaya.

Statusnya beraneka, mulai dari bankir, pejabat, pengusaha, sampai
politisi. Bos dinas rahasia kita bilang kepada saya, "Di negara ini
tak ada rahasia lagi."

Agen juga datang ke rumah saya minimal seminggu sekali. Jangan salah,
mereka agen beras, koran, dan elpiji.

 














      Start your day with Yahoo!7 and win a Sony Bravia TV. Enter now 
http://au.docs.yahoo.com/homepageset/?p1=other&p2=au&p3=tagline

Kirim email ke