agen dan antek itu kelihatannya tergantung sikon, situasi dan kondisi. di jaman bung karno, orang yang dekat sama emberikan, inggris mislanya disebut antek; sama juga dengan mereka yang dekat dengan pemilik kapital, antek kapitalis. tapi, di jaman pak harto, orang jadi agen itu rasa-rasanya bangga banget sama sebutan itu. artinya, bisa dipercaya oleh asing untuk mengelola, menguras, mengeksploitir, memeras, mengeduk (dan silahkan tambahkan lagi sebutan lainnya) bumi nusantara. itulah karena kebanggaan itu pula makanya banyak orang tua memasukan anak-anaknya, dan kaum muda berduyun-duyun masuk bidang manajemen, ekonomi dan disiplin lainnya, termasuk sospol agar teorinya bisa dibenarkan untuk posisinya sebagai agen, dan didukung sama orang-orang yang studi hukum agar bumi nusantara ini valid untuk dijadikan sapi perahan. orang yang anti kepada agen, belum tentu sepenuhnya menolak agen, kayak mas budiarto itu, yang selalu menerima agen elpiji, beras dan koran. hhd.
--- On Mon, 12/8/08, Lasma siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Lasma siregar <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Agen atau Antek To: [email protected] Date: Monday, December 8, 2008, 11:05 PM Agen, antek-antek atau kaki tangan, ya nampaknya sejenis! Cuma yang jadi pertanyaan adalah "apakah yang dilakukannya ini buat kepentingan negaranya, kelompok asing ataukah diri sendiri (karena uang misalnya)?" Jadi yang namanya agen, antek-antek, kaki tangan, koloborator apapun istilahnya ada diantara kita semua. Kapan saja, dimana saja dan siapa saja! Apakah salah apakah benar yang dilakukannya, hanya sejarahlah yang bisa menjawab! PRRI/Permesta nampaknya jadi agen siapa saja yang anti Sukarno, tapi apakah mereka melakukannya demi kepentingan negara lain? Bukankah yang terjadi karena mereka semuanya punya "musuh" yang sama dan akibatnya semuanya saling jadi agen/antek-antek buat keuntungan bersama? Penuh misteri deh..... James Bond where are you when we need you? Salam Las
