Kawan-kawan sekalian yang kami hormati,
Ada pertanyaan: Kongres Nasional Perumahan Rakyat itu kapan ya? Sudah lalu atau
akan diselenggarakan dalam waktu dekat?
Berdasarkan
agenda di Kemenpera, kongres rencananya diadakan pada tahun 2009 sekitar
bulan Maret atau April. Ada juga yang mengusulkan diadakan pada bulan Agustus
sesuai tanggal peringatan Hapernas. Diskusi ini dimaksudkan sebagai pemanasan
menjelang kongres, melemparkan wacana-wacana dan untuk menjaring input dari
berbagai kalangan.
Salam,
Jehan Siregar
Sebagai informasi yang relevan, terlampir :
SAMBUTAN BAPAK SUYONO
SASTRODARSONO
Dalam
Acara Tasyakuran Hari Perumahan Nasional Tentang Nilai-Nilai
Perkembangan Perumahan dan Permukiman
Assalamu¢alaikum Wr Wb,salam
damai dan salam sejahetra
Yth
Menpera, Yth Menteri PU, yang terhormat para pejabat Eselon I dan ibu dan para
rekan-rekan mantan pejabat yang hadir disini dan bapak-bapak hadirin yang saya
hormati.
Para
Hadirin sekalian beberapa hari yang lalu Bapak Ir. Aim dan Bapak Iskandar Saleh
telah menghubungi saya untuk diminta bicara mengenai kilas balik mengenai
nilai-nilai perkembangan perumahan waktu itu pertama-tama jawaban saya adalah
bahwa saya tidak kompeten sebetulnya untuk bicara mengenai kilas balik itu
terlebih mengenai nilai-nilai perkembangan perumahan, karena pertama saya
bertugas di dalam bidang perumahan itu hanya empat tahun dari tahun 1955 - 1959,
dan itu sudah kira-kira 50 tahun yang lalu, setelah 1959 itu saya ditugaskan ke
bidang lain, dan tidak lagi menangani
masalah perumahan kecuali tahun 1963 yang untuk beberapa bulan saja saya
bertugas kepala direktorat tata bangunan namanya yang mengkoordinir tiga
jawatan yaitu jabatan planologi, jawatan
perumahan rakyat dan jawatan menteri negara, tahun 1963 hanya beberapa bulan,
jadi terus terang saya pikir, tidak kompeten tapi toh tetap diminta untuk
sharing pengalaman berbagi pengalaman menjadikan perubahan ini, karena
disangkanya terlalu kuat, makanya saya berdiri disini.
Baiklah
bapak-bapak sekalian saya ingin mengajak bapak-bapak sekalian membahas atau
bicara ke tahun 1950an yang dibicarakan oleh Bapak Menpera tadi, tahun 1950
diadakan kongres nasional, atau kongres mengenai perumahan yang sifatnya
nasional yaitu kongres perumahan rakyat yang ada di Bandung itu akhir bulan
agustus tahun 1950, yaitu tanggal 25 agustus yang dicanangkan oleh Menpera
menjadi Hapernas ini.
Ada
dua hal yang ingin saya kemukakan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian
mengenai kongres perumahan nasional tahun 1950 itu, pertama-tama adalah kita
lihat waktunya pada akhir tahun 1949 itu diadakan konferensi meja bundar di
Belanda
pada akhir 1949 yang hasilnya adalah bahwa pihak Belanda istilah mereka
menyerahkan kedaulatan dan kemerdekaan yang dia miliki sedangkan untuk pihak
Indonesia istilahnya tidak menyerahkan
tapi Belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia mencakup seluruh
Hindia Belanda kecuali Irian Jaya.
Jadi
belum sampai satu tahun, telah diadakan oleh pemerintah Indonesia satu kongres
mengenai hal yang penting itu, kelihatannya yang terpenting memang masalah
perumahan, ini dilakukan dalam waktu yang bisa dikatakan pemerintah kita baru
dalam awal tugasnya tetapi toh sudah menjangkau masalah perumahan, bukan
masalah pangan, bukan masalah sandang bukan masalah kesehatan ataupun masalah
pendidikan. Yang baru setelah 20 tahun kemudian tahun awal 1970 pada masa orde
baru menjadi fokus pembangunan nasional, tetapi tahun 1950 itu yang dianggap
penting itu masalah perumahan, ini yang mungkin ingin saya kemukakan disini.
Kesimpulan
dari kongres itu ada beberapa unsur yang boleh dikatakan sampai sekarang
menjadi petunjuk atau garis kebijakan mengenai masalah perumahan yaitu
kelembagaan,
mengenai hukum perundang - undangan dan peraturan, mengenai pembiayaan, masalah
tanah, masalah bahan-bahan bangunan, segi keteknisan.
Menurut
saya, di luar segi perumahan, memang unsur atau kesimpulan itu tetap menjadi
garis kebijakan apalagi dengan adanya pidato wakil presiden kita Mohammad.
Hatta,
maka arti kongres nasional itu adalah sangat-sangat penting dan bersejarah.
Hadirin
sekalian, sikap tanggap dari pemerintah pada waktu itu adalah pertama adalah
masalah kelembagaan dan pengorganisasian untuk langkah-langkah lebih lanjut,
yaitu dengan dibentuknya jawatan perumahan rakyat tahun 1952 dan menunjuk Prof.
Ir. Dirhardinoto untuk memimpin Jawatan Perumahan Rakyat tesebut, oleh karena
itu pada saat saya masuk pada tahun 1955, sebetulnya jawatan itu ibarat bayi
baru merangkak dan tenaganya terbatas, pembiayaannya juga terbatas, tapi
bagaimanapun kita toh tetap harus tetap bekerja dan bertugas berdasarkan
dengan memakai garis
kebijakan yang konkret yang sesuai dengan kongres perumahan nasional itu. Pada
waktu yang juga hampir bersamaan pada waktu itu dibentuklah oleh Departemen
Pekerjaan Umum Jawatan Planologi yang ditugaskan kepada Bapak Prof. Ir.
Dirhadinoto untuk memimpinnya dan membesarkanya dengan lingkup kelembagaan yg
sama, hanya satu wing dipergunakan oleh Jawatan Perumahan Rakyat dan bagian
lain oleh Jawatan Planologi yang kemudian erat hubungan satu sama lain dalam
mengembangkan perumahan dan permukiman.
Hadirin sekalian
yang saya hormati, izinkanlah saya kembali berbicara ke masa sebelumnya, ke
masa sesudah belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan negara Indonesia yang
mencakup nusantara yaitu setelah tahun 45. Untuk hanya mengatur akomodasi
khususnya masyarakat seperti pegawai negeri, para pejabat dan anggota
masyarakat tertentu. Membagi rumah-rumah itu sendiri. Saat itu bahkan ada rumah
yang dibagi-bagi untuk ditempati oleh dua keluarga, karena dianggap kekurangan
rumah yang akomodasi. Dinas perumahan tidak membangun rumah pada waktu itu,
tetapi hanya menyangkut satuan-satuan hunian yang ada untuk anggota masyarakat
tertentu termasuk pegawai negeri. Pada tahun 1950 ada CSW yang berbentuk
yayasan yang di bentuk untuk membangun kebayoran baru yang mungkin dibangun
untuk menghindari tata keuangan ICW yang berlaku untuk jawatan-jawatan, yang
kemudian menjadi PCK pembangunan khusus kebayoran ini adalah kantor yang
memiliki peran penting katika tahun 1950-an, tahun 1952 baru di bentuk Jawatan
Perumahan Rakyat, salah satu unsur penting yang menjadi perhatian ada mencari
bahan-bahan bangunan yang terjangkau oleh masyarakat khususnya masyarakat
menengah ke bawah dan juga mencari tehnik-teknik atau konstruksi yang bisa
merendahkan harga bahan bangunan, maka tahun 1953 dibentuklah Lembaga
Penelitian Bahan Bangunan (LPBB) dengan tugas melakukan pendidikan dan
penelitian mengenai bahan bangunan dan teknik-teknik konstruksi contohnya
pertama kali adalah dibangunlah Proyek Perumahan Pejompongan yang merupakan
perumahan yang dibangun untuk pegawai negeri.
LPMB sendiri
untuk bahan bangunan mendapat bantuan dari UNDP terutama untuk alat-alat untuk
bahan-bahan penelitian untuk dokumentasi untuk perpustakaan yang oleh
Departemen PU ditempatkan di Bandung yang dibangun housing center untuk
mempermudah cara mendapatkan data-data
mengenai bahan bangunan dan teknik konstruksi tapi yang penting adalah karena
waktu itu belum ada
komputer yaitu dengan cara menggunakan card system yaitu kartu berlubang yang
digunakan dengan cara di tarik berisi untuk data-data mengenai unsur-unsur
bahan bangunan, yang pada waktu itu termasuk baru bagi kami.
Tahun 1963
dibentuklah Direktorat Tata Bangunan yang mengkoordinir tiga jawatan, yaitu
Jawatan Planologi, Jawatan Perumahan Rakyat, dan Jawatan Gedung-gedung Negara.
Jawatan Gedung-gedung Negara merupakan jawatan tertua karena sudah ada sejak
zaman Belanda yakni yang mengurus pembangunan rumah dan bangunan-bangunan
kantor yang dibangun oleh pemerintah, pada waktu itu bagian gedung-gedung
negara ini mendapat tugas untuk membangun semua bangunan yang dari APBN
termasuk kantor dan rumah untuk departemen-departemen lain, jadi semua berada
dalam satu atap yaitu bagian Jawatan Gedung-gedung Negara pada Departemen
Pekerjaan Umum, sedangkan Direktorat Tata Bangunan hanyalah badan yang
berkoordinasi saja dan saya diberi kehormatan untuk memimpin ini namun hanya
beberapa bulan saja.
Kemudian tahun
1964 dibentuklah suatu departemen, Departemen Cipta Karya. Indonesia pernah
memiliki kabinet dengan 100 menteri pada tahun 1964, salah satu departemennya
adalah cipta karya namanya diberikan khusus oleh Ir. Soekarno, departemen yang
dipimpin oleh WNA yakni orang Hongkong yang otomatis pasti menggunakan bahasa
Inggris menjadai bahasa pengantar, karena dekat dengan Bung Karno sebagai WNA
beliau dipercaya menjadi Menteri Departemen Cipta Karya.
Setelah itu
Departemen Cipta Karya menjadi Direktorat Cipta Karya setelah melalui berbagai
macam nama, setelah tahun 66 dirubah menjadi kementerian negara yang namanya
mungkin Pak Cosmas lebih paham, karena saya saat itu tidak lagi bertugas di
bidang perumahan, sehingga tidak secara langsung mengikuti dan sampai sekarang
menjadi Kementerian Negara Perumahan Rakyat melalui proses pergantian nama,
yang nanti akan dijelaskan oleh Pak Cosmas.
Jadi mengenai
perkembangan kelembagaan, yang secara langsung saya ikuti adalah saya masih
ingat adalah demikian. Tapi ibu-ibu bapak-bapak sekalian menarik juga
menjalaskan mengenai pembiayaan, jadi saya sebut bahwa salah satu unsur yang
penting selain kelembagaan adalah pembiayaan yang masih memiliki halangan
karena masalah yang sampai sekarang masih ada. Pada waktu itu tahun 1952 waktu
Jawatan Perumahan sudah diberi tugas untuk membina Yayasan Kas Pembangunan
(YKP), yayasan ini untuk pembiayaan perumahan
di daerah-daerah terutama di kotamadya dan kabupaten, dan Yayasan Kas
Pembangunan yang paling banyak ada di Surabaya, pada saat itu seperti yang
dikatakan tadi bahwa Jawatan Perumahan Rakyat tidak membangun perumahan karena
ibarat bayi masih merangkak, dan inilah bentuk pertama untuk masalah pembiayaan
sebelum tugas pembiayaan oleh housing bank diserahkan kepada BTN untuk
golongan masyarakat berpenghasilan rendah,
sedangkan golongan menengah adalah Bank Papan Sejahtera yang khusus dibentuk
untuk housing Bank yang sekarang tidak diteruskan walaupun pada saat itu
terhitung berhasil namun dikarenakan sesuatu hal maka ditiadakan, dan untuk
masyarakat berpenghasilan yang lebih
tinggi di serahkan kepada bank-bank umum. Untuk golongan masyarakat rendah Bank
BTN sebagai housing Bank nya dengan
pelaksana didirikan Perumnas yang sampe
sekarang masih ada yang perkembangan lebih lanjutnya sudah diketahui sampai
sekarang oleh bapak-bapak dan ibu-ibu sekarang ini. Sebelum Bank Papan
Sejahtera sebelumnya ada juga Bank Industry Negara yang kemudian menjadi
Bapindo diberi tugas juga untuk menangani pembiayaan antara lain industry
perkebunan dan perumahan, yang pelaksananya adalah PJPT yang lebih dikenal
sebagai kontraktor yang salah satu tugasnya adalah pembangunan perumahan, jadi
asal mulanya PT ini sebagai alat yang bentuk oleh Bank Industri Negara ini
untuk pembangunan perumahan namun
yang lebih majunya adalah bidang kontraktornya .
Dimata kami Bung
Karno sangat concern, beliau sangat concern dengan tukang becak, dengan biaya
yang sangat cukup pada waktu itu kami
membangun rumah-rumah bedeng di Grogol untuk tukang Becak ada 20 unit kemudian
penggunaannya diserahkan kepada pemerintah setempat yakni DKI dengan ukuran
perunitnya 32 meter persegi dengan fasilitas cukup lengkap ini adalah pengalaman
yang harus diceritakan kepada bapak-bapak.
Setelah
setahun kemudian yang menempati hunian itu tidak lagi tukang becak tetapi
masyarakat berpenghasilan menengah, itu menjadi pengalaman bagi jawan
perumahan bahwa pembangunan rumah-rumah
untuk masyarakat berpenghasilan rendah harus bersama dengan pembangunan hunian
untuk masyarakat berpenghasilan menengah kalau tidak maka akan bergeser namun
turun, karena untuk masyarakat berpenghasilan menengah tersebut belum
disediakan hunian yang layak, kerena setelah satu tahun bukan lagi masyarakat
penghasilan rendah yang tinggal namun masyarakat penghasilan menengah. Sama
dengan pengalaman Proyek KIP dengan nama yang macam-macam di setiap
daerah. Semula harusnya dalam menghadapi permulaan KIP ini diperbaikilah
jalan-jalan
di kampung itu, di samping wilayahnya, sanitasi dan rumah-rumahnya juga, dan
bahkan adakalanya jalan diperlebar, tapi setelah berapa waktu yang menempati
adalah masyarakat berpenghasilan menengah karena mobil-mobil pun sudah bisa
masuk, pada waktu membuat program-program perumahan ini, maka kalau membangun
rumah-rumah untuk golongan penghasilan rendah ini maka seyogyanya membangun
juga rumah untuk golongan masyarakat menengah. Sebagai contoh misalnya Rusun di
Kebon Kacang yang ditujukan untuk masyarakat di sekitar kampung kebon kacang.
Rumah
susun itu di kemudian banyak digunakan bukan oleh masyarakat berpenghasilan
rendah tetapi oleh karyawan-karyawati yang bekerja di sekitar jalan sudirman
thamrin karena lokasi memang
cukup baik.
Itulah
mungkin beberapa pengalaman yang pada waktu itu kami alami, kami berbagi
pengalaman untuk menjadi perhatian, dan saya rasa pengalaman itu saat ini sudah
dipelajari dan dipergunakan untuk program-program lebih lanjut. Hadirin
sekalian, memang masalah perumahan dan
permukiman ini merupakan suatu masalah yang cukup kompleks oleh karena itu
harus ditangani secara konkrit dengan memperhatikan sektor-sektor lain termasuk
dalam hal ini pihak-pihak swasta yang sekarang sangat berkembang kalau
dibandingkan dengan waktu tahun 1959 saat ini mengalami perkembangan pesat,
namun saya percaya Kemenpera pasti akan dapat mengatasi hal-hal ini sebab kita
mengetahui bahwa sekarang ini sudah cukup, sumber daya manusianya juga memenuhi
tidak seperti saya ketika 50 tahun yang dulu tidak ada yang percaya bahwa
bersama pasti kita kan berhasil.
***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :
1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ dan
http://kompas.com/
3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke
anggota
4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]
5.Untuk bergabung: [email protected]
KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/