Uda IJP,

Memang benar, ada kisah sukses dalam pemekaran wilayah di Indonesia
ini. Tp kisah gagalnya juga masih terlalu banyak! Alasan ketimpangan
pembangunan & infrastruktur demi pemekaran wilayah hanya berfungsi
sebagai topeng. Alasan utamanya adalah uang & kekuasaan! Intinya,
bagi-bagi kue.

Sampai kapan kita harus menanti? Dari rangkaian pemekaran daerah yg
sudah berjalan ini, sudah layak & sepantasnya dilaksanakan evaluasi!
Berikan 'punishment & reward' yg pantas kepada daerah-daerah hasil
pemekaran itu. Polemik pemekaran daerah tidak harus dibuat rumit bila
pemerintah tegas.

Salam hangat,

Patrick Hutapea


--- In [email protected], "Indra Jaya Piliang"
<pi_li...@...> wrote:
>
> Dari ratusan provinsi, kab dan kota baru yg lahir sejak 1999, baru
kali ini yg makan korban. Jd, tdk perlu digeneralisasi. Studi2
pemekaran memang menunjukkan nuansa etnis, agama, sejarah, dan
kepentingan ekonomi politik klan2 lokal. Prosedur administratif dan
politik ada di DPRD, DPD, DPR, dan pemerintah. Ada yg mudah, ada yg
susah. Contoh prov baru yg sukses: Gorontalo. Yg belum sukses: Bangka
Belitung, Kepulauan Riau, Banten, Sulawesi Barat, Papua Barat, Maluku
Utara. Tetapi, pelan2, ada usaha utk sukses.
>
> Di Sumatera Barat, jarak tempuh dari Padang ke daerah2 perbatasan
mencapai 10 jam non stop. Kecuali pakai helikopter. Di Merauke Papua,
jarak antar kecamatan 1 jam naik pesawat.
>
> Indonesia ini luas, sayangnya dikelola dg jiwa kerdil.
>
> Ijp
>
> Sent from my BlackBerry� wireless device from XL GPRS network

Kirim email ke