WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA
(WALHI)
*Siaran Pers – 17 Februari
2009*
Pemerintah Terlalu Bernafsu Memperluas Taman
Nasional
*Jakarta (17/2).* Perluasan dan
penambahan Taman Nasional yang dilakukan
oleh Departemen Kehutanan
tidak akan berarti apa-apa bagi perbaikan
kondisi ekologi di
Indonesia. WALHI menilai konflik kewenangan antara
Pemerintah
Pusat dengan Pemerintah Daerah di kawasan konservasi masih
akan
tetap terjadi, sementara komunitas lokal/adat akan semakin
tersingkir
dari kawasan kelolanya.
“Sebenarnya Pemerintah sudah
tidak sanggup lagi melakukan pengelolaan
kawasan konservasi.
Pemerintah hingga saat ini masih kesulitan pendanaan
dan ketiadaan
personil dalam mengelola kawasan konservasi, namun tetap
saja
berkeinginan untuk memperluas kawasan konservasi” ujar Ade
Fadli,
Pengkampanye Isu Hutan WALHI. “Namun pemerintah tidak
pernah memberikan
pengakuan terhadap sistem konservasi
tradisional/lokal yang dilakukan
oleh komunitas lokal/adat, yang
telah terbukti mampu menjaga kondisi
ekologis kawasan.”
Hingga
saat ini, Pemerintah telah menetapkan 51 Taman Nasional dengan
luas
17 juta hektar, merupakan bagian dari 535 kawasan konservasi,
yang
kewenangannya ada di Pemerintah Pusat, namun baru 35% yang
memiliki
rencana pengelolaan dan yang selesai di tata batas temu
gelang masih
dibawah 20%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa
hingga saat ini
sebenarnya Pemerintah Pusat tidak mampu melakukan
pengelolaan kawasan
konservasi, sementara sistem konservasi
lokal/tradisional yang dimiliki
oleh komunitas lokal/adat masih
sedikit yang memperoleh pengakuan oleh
negara.
Konflik
di kawasan konservasi juga terjadi antara perijinan perkebunan
kelapa
sawit dan pertambangan yang semakin memperparah dan
meningkatkan
bencana ekologis. Belum adanya kesepahaman antara
pemerintah pusat dan
daerah telah menjadikan kawasan konservasi
yang ada semakin menghilang
secara perlahan. Kondisi Taman
Nasional Kutai, yang memiliki luas
198.629 hektar, sekitar 93.749
hektar (47,19%) kawasannya telah
diberikan perijinan pertambangan
batu bara. Sementara itu, Pemerintah
Kabupaten Kutai Timur telah
merencanakan pembangunan terminal di dalam
kawasan TN Kutai yang
juga dinyatakan Bupati Kutai Timur telah
memperoleh persetujuan
oleh Menteri Kehutanan.
“WALHI menilai Departemen
Kehutanan tidak pernah konsisten dalam
menerapkan pengelolaan
konservasi. Di satu sisi melakukan penggusuran
terhadap komunitas
lokal/adat, bahkan pada beberapa tempat melakukan
tindakan
kekerasan terhadap rakyat, sementara disisi lain melakukan
pembiaran
terhadap perijinan pertambangan, perkebunan besar dan
proyek-proyek
pemerintah lainnya.” lanjut Ade Fadli. “WALHI
mengindikasikan
perluasan kawasan konervasi yang dilakukan Pemerintah
hanya untuk
mengincar dana-dana untuk konservasi hutan tanpa pernah
berniat
sungguh-sungguh untuk melakukan perlindungan terhadap hutan
dan
perbaikan kondisi ekosistem.”
Pemerintah sudah
saatnya mengeluarkan Undang-Undang yang mampu
melindungi kekayaan
alam Indonesia dengan memberikan pengakuan terhadap
sistem kelola
rakyat, agar Pemerintah benar-benar dapat memfungsikan
dirinya
sebagai pelayan rakyat. Peraturan perundang-undangan konservasi
di
Indonesia saat ini, hanya akan memperparah jaminan
terhadap
keselamatan ekologi genting, perlindungan terhadap
keragaman hayat dan
tidak akan menjamin pencapaian kesejahteraan
rakyat.
Dalam pertarungan politik tahun ini, WALHI menilai
masih sulit untuk
menemukan anggota legislatif yang punya komitmen
terhadap keadilan
ekologis dan kesejahteraan rakyat, karena dari
visi, misi dan platform
partai politik yang akan bertarung, sangat
minim pernyataan terhadap
pengakuan terhadap hak-hak rakyat atas
lingkungan hidup, apalagi bila
dilihat dari tindakan yang
dilakukan selama ini dalam parlemen. [selesai]
_Informasi
lebih lanjut dapat menghubungi:_
Ade Fadli – Pengkampanye
Isu Hutan WALHI – 08152055331 –
[email protected]
Devi R. Ayu
Media Relation
(WALHI - Friends of The Earth Indonesia)
Jl. Tegal Parang Utara no.14 Jakarta 12790
Phone : +62 21 794 1672, 7919 3363
Fax : +62 21 794 1673
Mobile Phone: +62 8156 100 353
Email : [email protected]
[email protected]
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, namun kemampuan untuk menghadapi
rasa takut dan berkata 'aku mensyukuri apa yang aku rasakan saat ini'. Dan
apapun yang dirasakan saat ini, aku akan terus maju ke depan!"
- Philip Baker -
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]