WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA
(WALHI)
*Siaran Pers – 13 Februari
2009*
Dephut Sudah Terlalu Renta, Sudah Waktunya
Dibubarkan
*Jakarta (13/02)*. Kebijakan
Departemen Kehutanan untuk tidak lagi
memberikan perijinan
penggunaan kayu alam untuk industri pulp dan kertas
di Indonesia
harusnya dilaksanakan secara konsisten bila ingin industri
berbahan
kayu tumbuh dengan sehat. Di penghujung tahun 2008, Menteri
Kehutanan
menyatakan akan melakukan perpanjangan permakluman penggunaan
kayu
alam, padahal pada tahun 2006 Menteri Kehutanan sendiri yang
telah
menyatakan bahwa Pemerintah menetapkan kebijakan agar
industri pulp dan
kertas menghentikan penggunaan bahan baku dari
kayu alam pada tahun 2009
sudah final saat menadmpingin Presiden
pada acara Kampanye Indonesia
Menanam di tahun 2006.
“Kami
melihat Departemen Kehutanan sudah mulai renta dan tidak lagi
mampu
mengingat setiap kebijakan yang pernah dilahirkan, dan mungkin
sudah
saatnya Departemen Kehutanan dibubarkan dan dimasukan menjadi
Eselon
I di bawah Departemen Pengelolaan Sumberdaya Alam” ujar Ade
Fadli,
Pengkampanye Isu Hutan WALHI.
Aparat penegak hukum sudah
dapat menjerat industri yang tetap
menggunakan kayu alam sebagai
bahan baku industrinya, karena hingga saat
ini tidak ada peraturan
yang memperkenankan industri pulp dan kertas
menggunakan bahan
baku dari kayu alam. Surat Keputusan Menteri Kehutanan
No
101/Menhut-II/2004 tentang Percepatan Pembangunan Hutan Tanaman
untuk
Pemenuhan bahan Baku Industri Pulp dan Kertas pun secara
jelas
menyebutkan bahwa industri pulp dan kertas harus memenuhi
bahan bakunya
dari hutan tanaman.
Industri pulp dan
kertas yang sudah tidak sehat, baik untuk pemenuhan
bahan baku
maupun dari sisi finansial, sebaiknya tidak diberikan
suntikan
pendanaan ataupun permakluman untuk pemenuhan bahan baku.
Sudah
terlalu lama Pemerintah memberikan perlakuan berlebihan
terhadap
industri yang tidak memberikan manfaat besar bagi
kesejahteraan rakyat,
dan hanya menyebabkan terjadinya bencana
ekologis di berbagai tempat.
“WALHI mendesakkan kepada
Pemerintah untuk segera melakukan audit
terhadap seluruh industri
pulp dan kertas, serta hutan tanaman di
Indonesia, dan segera
melakukan penegakan hukum dan pencabutan
perijinan, bila terbukti
tidak mampu lagi dikelola secara lebih baik”
lanjut Ade
Fadli.
Kejadian-kejadian penggusuran paksa komunitas
lokal/adat, pencemaran
lingkungan akibat industri pulp dan kertas,
serta maraknya pembalakan
haram (/destructive logging/) di
industri pulp dan kertas, merupakan
sebuah upaya sistematis untuk
menghancurkan sistem kehidupan dan budaya
tradisional rakyat
Indonesia, yang merupakan penopang dari kehidupan
berbangsa. Bila
Pemerintah tetap hanya berpihak kepada kelompok
pengusaha dan
pemodal, maka negeri ini akan semakin rapuh dan
terus-menerus
dilanda bencana ekologi.
WALHI mengingatkan kepada
Pemerintah untuk mampu lebih berpikiran jernih
dan sehat dalam
menyusun dan menjalankan program-program pembangunan di
sektor
kehutanan agar menuju pencapaian amanat kemerdekaan. Pemerintah
juga
harus menunjukkan keberpihakannya kepada komunitas lokal/adat,
dengan
mengakui keberadaan komunitas lokal/adat. Hutan alam
Indonesia
tersisa tidak lebih dari 20,31% dari luas daratan
Indonesia, sehingga
sudah saatnya ada kebijakan negara untuk
melindunginya. [selesai]
_Informasi lebih lanjut dapat
menghubungi:_
Ade Fadli – Pengkampanye Isu Hutan Eknas WALHI
– 08152055331 –
[email protected]
Devi R. Ayu
Media Relation
(WALHI - Friends of The Earth Indonesia)
Jl. Tegal Parang Utara no.14 Jakarta 12790
Phone : +62 21 794 1672, 7919 3363
Fax : +62 21 794 1673
Mobile Phone: +62 8156 100 353
Email : [email protected]
[email protected]
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, namun kemampuan untuk menghadapi
rasa takut dan berkata 'aku mensyukuri apa yang aku rasakan saat ini'. Dan
apapun yang dirasakan saat ini, aku akan terus maju ke depan!"
- Philip Baker -
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]