Atlas Nasional Indonesia Pertama Diluncurkan

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/06/00444029/atlas.nasional.indonesia.pertama.diluncurkan



Jakarta, Kompas - Indonesia akhirnya memiliki atlas nasional resmi
yang memuat berbagai informasi geografis. Itulah atlas resmi pertama
sejak pemerintah kolonial Hindia Belanda membuatnya pada tahun 1938.

”Mungkin masih belum sempurna, tetapi sebagai awal sudah baik,” kata
Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal)
Rudolf W Matindas pada peluncuran resmi di Jakarta, Kamis (5/2).
Sejumlah lembaga pemerintah nondepartemen terlibat menyusun atlas
tahun 2007-2008 itu.

Atlas nasional berisi kumpulan peta tematik deskriptif, gambar, foto,
tabel, dan citra satelit yang menghasilkan informasi fenomena,
potensi, dan sumber daya, khususnya di pulau-pulau besar. Sebagian
besar peta menggunakan peta rupa bumi berskala 1:1.000.000.

Dari tiga volume yang dibuat, baru diluncurkan volume I tentang fisik
dan lingkungan alam. Temanya meliputi iklim, geomorfologi, gunung api,
kelautan, penutup lahan, rawan bencana banjir, longsor, tsunami, dan
kawasan konservasi.

Atlas nasional volume II rencananya berisi potensi dan sumber daya
alam yang baru akan selesai disusun tahun 2009. Disusul atlas volume
III berisi sejarah, wilayah, penduduk, budaya, dan bahasa.

Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengakui
penerbitan Atlas Nasional Indonesia memang terlambat.

”Tidak masalah. Yang penting segera terbit volume II dan III, dan
jangan lupa revisi volume I,” katanya.

Kusmayanto juga meminta agar dibuat versi digital yang diunggah pada
situs Bakosurtanal karena gaya hidup warga yang terus bergerak.

Fungsi strategis

Keberadaan atlas nasional berperan strategis. Ketersediaan peta
negara, bangsa, dan aset menentukan jati diri bangsa, selain didukung
data-data sejarah dan kependudukan.

”Tanpa peta-peta itu, tidak bisa dibuat peta geostrategi dan
turunannya, seperti geopolitik dan geoekonomi,” kata mantan Manteri
Koordinator Bidang Perekonomian yang juga guru besar Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, Dorodjatun Kuntjoro- Jakti. Ia mengusulkan
atlas sumber daya karya manusia, seperti waduk dan infrastruktur lainnya.

Rencananya, atlas nasional volume I akan dibagikan kepada berbagai
departemen, kedutaan besar, lembaga pendidikan, dan seluruh kabupaten.
Melalui atlas nasional tersebut, para kepala daerah akan mengetahui
informasi geografis daerahnya, di antaranya tutupan lahan, sebaran
penduduk, iklim, potensi banjir, longsor, dan tsunami.

Harapannya, pemerintah daerah mampu mengambil kebijakan berkelanjutan.
”Ini penting. Seberapa banyak pihak yang minta pemekaran wilayah itu
tahu informasi geografis di wilayahnya,” kata Pemimpin Redaksi Majalah
National Geographic Indonesia Tantyo Bangun.

Di tengah beberapa kekurangan, keberadaan Atlas Nasional Indonesia
diharapkan menumbuhkan kesadaran spasial dan orientasi ruang bagi
masyarakat yang selama ini masih rendah.

Kini, Bakosurtanal sedang membangun web khusus bagi atlas nasional
yang ditargetkan selesai pada akhir Februari 2009.

Yang berminat memiliki Atlas Nasional Indonesia dapat menghubungi
Pusat Jasa dan Informasi Bakosurtanal atau menghubungi 021-8764613. (GSA)






--- In [email protected], michael yudha winarno
<michaelyu...@...> wrote:
>
> Bung Moderator Agus yang baik?
> Apa kabar? semoga e-mail ini menjumpai Anda dalam keadaan sehat dan
ceria.
> 
> Sekadar minta tolong, di milis ini pernah dirilis berita tentang
dibuatnya Peta
> Indonesia edisi terbaru oleh pemerintah Indonesia. Sayang sekali setelah
> saya cari, berita tersebut tidak dapat saya lacak dan temukan.
Dapatkah Bung
> Agus mengirimkannya ulang ke milis pribadi saya ini. Kalau tidak
salah, di
> ekor berita juga dituliskan kontak person dan alamat yang dapat
dihubungi
> untuk mendapatkan Peta Indonesia terbaru tersebut yang memuat info dan
> detail geografis, potensi sumber daya alam, komposisi etnis, sebaran
budaya,
> dll.
> 
> Terima kasih atas bantuannya dan salam secangkir teh jahe hangat
dari Jogja,
> -yudha-
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke