Oleh Samuel Mulia

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/22/01441963/kilas.parodi


1. Menghormati tubuh itu perlu. Menghormati harga diri jauh lebih
perlu, tentunya. Tetapi, penghormatan terhadap tubuh itu bukan untuk
kelihatan langsing dan sehat semata, tetapi untuk Tuhan. Kan saya dan
Anda lahir dalam satu paket. Supaya enggak seperti saya yang disuruh
olahraga malah balik bertanya, "Apaan tuh?", maka mari kita mulai
menghormati dengan cara yang mudah. Olahraga dan makan yang benar,
bukan yang enak saja.

2. Untuk memiliki tubuh yang sehat dan aduhai, mbok baca buku. Jangan
seperti saya, malas baca, hanya mendengarkan orang bicara menyarankan
ini dan itu. Yang keblinger saya dan pusing sendiri. Kalau mau botox,
mbok tahu botox itu apa. Kalau mau diet gaya South Beach, mbok tahu
apa itu. Jangan seperti saya, waktu salah satu teman wanita
menjelaskan itu mulut saya bereaksi lebih cepat dari otak, "Ikut dong
ke Florida."

3. Seminggu lalu saya membeli roti gandum, katanya gandum sehat.
Mbak-mbak yang berjualan menyarankan roti bernama tiger bread. Jenis
gandum saja saya enggak tahu, sekarang disodori tiger bread. Makanan
apalagi ini, saya kok seperti anggota kebun binatang. Saya tanya
mbaknya. Mbaknya cuma mesem-mesem. Ya … saya mesem-mesem juga. Mesem
enggak mengerti, maksudnya. Jadi, untuk menghormati tubuh, memerlukan
pengetahuan dan bukan mesem-mesem.

4. Jangan menipu. Itu enggak baik. Kalau Anda menipu, Anda tidak
menghormati diri Anda sendiri dan tentunya Sang Pencipta yang saya
yakini, kok tak pernah bercita-cita menciptakan orang jadi penipu.
Setelah terkecoh cermin, saya terkecoh reservasi di rumah makan.
Beberapa rumah makan sering kali dengan mudah mengatakan tempatnya
sudah penuh, harus reservasi dahulu. Bahkan, di salah satu rumah makan
yang lagi naik daun, teman saya disuruh kembali dua minggu lagi.
Ternyata gaya seperti itu sengaja dilakukan, padahal tak demikian adanya.

Maka sering-seringlah bertanya kepada diri sendiri, apakah dalam
berbisnis melakukan banyak hal menyimpang. Supaya bisa lebih dramatis,
bisa mengikuti suara tokek. Penipu, enggak, penipu, enggak, penipu,
enggak…. Kalau nanti pas tokeknya diam dan Anda pas berpikir Anda ini
penipu, jangan salahkan tokeknya.

5. Kalau Anda dan saya bisa menghormati tubuh dan jiwa, maka mari kita
becermin lagi dan tanyakan kepada cerminya. "Min, min, siapakah orang
yang paling coantik (tampan bagi yang pria) sejagat raya ini?" Nanti
kan cerminnya bakal membalas begini. "Kamyu, darling." (Samuel Mulia)

Kirim email ke