http://kompas.com/read/xml/2009/02/21/15343016/facebook.belum.strategis.untuk.kampanye.di.indonesia


JAKARTA, SABTU — Meski di Amerika Serikat penggunaan jejaring Facebook
dirasa sangat bermanfaat dalam menggalang dukungan, hingga membawa
Barack Obama menduduki kursi presiden AS, lain halnya di Indonesia.

Penggunaan Facebook untuk kampanye dinilai belum efektif. Ini karena
jumlah pengguna internet masih sekitar 10 persen dari total penduduk
Indonesia. Pengembang Citizen Journalism Lili Yulianti Farid
mengatakan, sebagian besar caleg memang sudah mulai menggunakannya.
Bahkan banyak yang merasa kampanyenya kurang klop jika belum memiliki
account Facebook.

Sayangnya, sifat Facebook yang two-way communication dan personal
belum dapat diimbangi oleh para politisi tersebut. "Sifat Facebook kan
di dalamnya harus interaktif. Kalau suka add aja, itu sih enggak ada
gunanya," ujar Lili di sela-sela 1st Kompasiana Gathering di Bentara
Budaya Jakarta (BBJ), Sabtu (21/2).

Lili mengungkapkan sejumlah nama caleg yang cukup eksis di Facebook.
Artinya, mereka memaksimalkan fitur-fitur Facebook untuk berkomunikasi
dengan konstituen mereka, terutama dari kalangan muda dan profesional.

Menurut Lili, setidaknya seorang caleg dilihat aktivitasnya paling
tidak melalui 'status' sebagai salah satu fitur andalan Facebook.
Meski demikian, Lili melihat besarnya potensi Facebook secara khusus
dan internet secara umum sebagai tempat kampanye yang efektif dalam
beberapa tahun ke depan.

"Kalau sekarang internet jadi tempat olok-olok massa untuk caleg, tapi
ini penting untuk caleg yang melihat jauh ke depan," ujar Lili. "Asal
bukan hanya aktif menjelang pemilu saja," lanjut perempuan yang
nge-blog di Kompasiana juga.

LIN 

Kirim email ke