FPK.. kapan yaaa?

Hori.

ps: sorry kalo di tiup terus bisa tetap membara semangatnya...
cmon bung AH :)


Pada 22 Februari 2009 07:43, Agus Hamonangan
<[email protected]>menulis:

>   Penulis "Indie" di Dunia Nyata
>
> Oleh PEPIH NUGRAHA
>
> http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/22/01545348/penulis.indie.di.dunia.nyata
>
> Inti setiap interaksi dan sosialisasi dari blog serta situs pertemanan
> di dunia maya adalah gaul. Setiap sosialisasi, jika diperas dan
> diperas lagi, tetap gaul itulah yang menetes. Maka, seorang Menristek
> Kusmayanto Kadiman pun sampai pada kesimpulan bahwa dia harus gaul
> ketika secara sadar menyatakan diri sebagai bagian dari dunia maya.
>
> Yang terjadi, sepadat apa pun acaranya, seusai mengantarkan PM
> Thailand Abhisit Vejjajiva, dari Bandara Internasional Cengkareng
> Kusmayanto langsung menuju Bentara Budaya Jakarta (BBJ) dengan kawalan
> polisi. "Ini agar tidak terlambat sampai di BBJ meski harus sedikit
> berbuat salah," katanya saat di daulat menyampaikan kesannya tentang
> Kompasiana.
>
> Kompasiana adalah blog para jurnalis dan publik yang beralamat di
> http://kompasiana.com, diluncurkan 22 Oktober 2008. Saat acara itu
> berlangsung, tercatat lebih dari 1.800 posting atau tulisan, baik dari
> para jurnalis Kompas dan jurnalis di lingkungan Kelompok Gramedia,
> blogger tamu, maupun blogger publik dengan lebih dari 12.000 komentar.
> Sementara anggota yang sudah mendaftarkan diri ada 850 orang.
>
> Kompasiana Gathering yang berlangsung meriah dan diikuti sekitar 100
> peserta itu juga memunculkan satu semangat "militansi" yang besar.
> Bukan dari sekadar beragamnya orang yang hadir dengan berbagai profesi
> masing-masing, tetapi jarak pun tidak menjadi penghalang. Seorang
> penulis Kompasiana, dr Anugra Martyanto, dokter spesialis kanker,
> datang dari Purwokerto. Dari Bandung, ada Agus Candra yang tidak
> keberatan datang lebih awal. Prayitno Ramelan, Marsekal Muda (Purn)
> yang dikenal sebagai analis politik "Indie", juga hadir.
>
> Suasana menjadi cair seakan-akan tidak ada strata di "kopi darat"
> Kompasiana yang pertama itu. Empat bulan sejak kelahirannya, menurut
> situs Alexa, Kompasiana sudah berada di ranking 50.000-an dengan
> pembaca 150.000 orang setiap bulannya dari 132 negara. Sebagaimana
> layaknya para sahabat di dunia blog, bertemu dan bertatap muka, tawa
> riang, kenalan, berfoto bersama, tukar menukar kartu nama pastilah
> terjadi secara alamiah.
>
> Bagaimana, misalnya, seorang Marsekal (Purn) Chappy Hakim, mantan
> Kepala Staf Angkatan Udara yang merupakan penulis aktif Kompasiana,
> bisa lepas menimpali blogger lainnya dan bahkan unjuk kebolehan
> bermain musik, memetik gitar, dan meniup saksofon.
>
> Pemred Kompas Rikard Bagun juga menyatakan kekagetannya atas
> antusiasme peserta yang mempertemukan para penulis "indie" dan
> jurnalis ini. "Semangat kebersamaan komunitas itu begitu besar," katanya.
>
> Chappy Hakim mengakui, memasuki masa pensiun bukanlah kendala untuk
> makin produktif. "Kalau kita pensiun, harusnya punya kegiatan untuk
> mengolah otak, salah satunya menulis di Kompasiana," katanya. Salah
> satu tulisannya berjudul Mungkin Dirut Pertamina Dianggap Tidak Tahu
> "Adat"? mengundang banyak pembaca dan komentar beberapa saat setelah
> tulisan itu ditayangkan.
>
> Kusmayanto berpendapat, gaul adalah sebuah kebutuhan bagi setiap
> manusia sebagai makhluk sosial. Gaul juga berkaitan dengan
> interpersonal skill dan dalam beberapa sektor yang sering dijumpainya,
> interpersonal skill memiliki nilai plus. "Jadi, gaul itu penting,"
> kata Kusmayanto yang mengaku sebelumnya tidak suka ngeblog. Namun,
> karena memiliki kesukaan menulis dan membutuhkan wadah untuk
> menyalurkan pemikiran-pemikirannya, jalan termudah yang ditempuhnya
> adalah dengan menjadi blogger di Kompasiana.
>
> Postingan Kusmayanto berjudul Change: What's In It for Me langsung
> mengundang 52 komentar yang rata-rata menyatakan mendapat pencerahan.
> Rekor tulisan dengan komentar terbanyak masih dipegang Agus Hermawan,
> jurnalis Kompas, dengan tulisan UU Pornografi Manekin Telanjang yang
> mengundang 113 komentar. Tulisan Agus juga mencatat rekor pembaca
> terbanyak, 6.009 orang!
>
> Awalnya untuk jurnalis
>
> Direktur Kompas.com Taufik Mihardja mengatakan, dalam perjalanannya
> sejak kelahirannya empat bulan lalu, Kompasiana sebagai sebuah
> komunitas blogger dan penulis "indie" telah mengalami serangkaian
> metamorfosis karena tingginya antusiasme para blogger. "Awalnya
> disediakan untuk wartawan Kompas saja, lalu untuk wartawan Kompas
> Gramedia, lalu karena banyak peminatnya, maka kita undang beberapa
> penulis lain. Kemudian muncul lagi dari pihak publik, maka muncul
> rubrik di Kompasiana," kata Taufik.
>
> Dalam usia yang baru empat bulan, sebanyak 1.800 tulisan sudah dimuat
> di Kompasiana dengan 12.000 komentar. Oleh karena itu, Kompas.com
> sebagai "induk" dari Kompasiana, optimistis komunitas akan terus
> berkembang. Bahkan, tahun ini, Kompasiana akan melebarkan sayapnya
> untuk kemudahan akses. "Kami akan menambah desain dan fitur lain,
> seperti untuk mobile, Blackberry dan i-Phone application," ungkap
> General Manager Bisnis Kompas.com Edy Taslim.
>
> Selain acara kangen-kangenan dan saling mengenal, Kompasiana Gathering
> juga diselingi talk show membahas bagaimana menulis artikel untuk
> Kompas. Sementara wartawan Ohmy News, Lily Yuulianti Farid, yang
> mewakili penulis "indie" memaparkan kemungkinan lahirnya apa yang ia
> sebut "Super Media", yakni ketika jurnalis profesional bersenyawa
> dengan penulis warga (citizen journalist) dalam sebuah media yang
> interaktif.
>
> Kompasiana Gathering juga menghadirkan para penulis buku dan bahkan
> aktor yang lahir dari kegiatan menulis di blog, yakni Raditya Dika dan
> Pandji Pragiwaksono.
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke