Kalo di stanford, harvard dan mit nama itu diberikan gimana yang nyumbang
pembangunan gedung tersebut bukan ke gedung yang sudah ada. Nama gedung yang
sudah ada biasanya untuk kehormatan buat penerima nobel/ilmuwan ternama di
kampus tersebut.

Kalau ada anak korban lumpur lapindo yang kuliah di itb dan membaca salah
satu labteknya bernama labtek aburizal bakrie gimana ya persaannya? apalagi
baru-baru ini lapindo kembali melanggar janjinya.
Kalo nama labtek yang lain seperti arifin  panigoro dan TP rachmat saya
pribadi tidak berkeberatan karena yang saya tau mereke tidak punya masalah
dengan rakyat.

regads

2009/2/24 Sigit Mursidi <[email protected]>

> Rekans,
> Saya kira ini biasa saja.  Kalau mereka menyumbang sedemikian besar, pantas
> saja namanya diabadikan.  Ini juga terjadi banyak dinegara dan di banyak
> universitas.  Kalau tidak demikian bagaiman mungkin Harvard, Princeton,
> Stanford, MIT, dll. dapat riset?  Dari SPP? Nggak mungkin cukup.   Ini
> namanya "endowment" di Harvard jumlahnya jutaan dollar.
>
> Atau mau jadi kayak banyak universitas di Jerman, yang karena nggak punya
> endowment, sekarang dosennya kelas dua (dibayar murah) dan orang ogah jadi
> dosen, akibatnya risetnya terbelakang?  Nggak usah terlalu takut.  Riset
> perlu dana; otak doang nggak cukup.  Lagian Dosen dan Peneliti juga perlu
> dihargai duit.  Kalau enggak, ya jadi Caleg saja.

Kirim email ke