om Firdaus, kemaren saya ikut rombongan warga korban lumpur lapindo, sama-sama cak Paring, ustad Fatah, cak Mitro , cak abadi sebagai pimpinan rombongan. berangkat dari kantor lbh dan kontras, ke kedutaan amerika dan perwakilan pbb, naik carteran metro mini, saya katakan pada mereka, awalnya saya enggan muncul ditengah-tengah mereka, nanti dituduh cari muka , dan kampanye politik. tapi mereka bilang, kan pak bs sudah sejak 2007 mendampingi kita di jakarta,
ya sudah , saya ikut aja, dimetro mini, mereka cerita-cerita lucu, ketawa-ketiwi pengalaman mereka digendong polisi dimonas , mendekati subuh, untuk diangkut truk dan dipulangkan kekantor lbh dan kontras. dikedutaan amrik, kita enggak diterima, tapi cak paring udah siapin surat, yang isinya tentang badan hukum lapindo dengan akte pendirian di amrik itu, dan beberapa pertanyaan maupun pernyataan, polisi yang bertugas memang sejak awal tahun 2007, terhadap korban lapindo mereka baik sekali, setelah istirahat duduk-duduk didepan kedutaan, ngobrol-ngobrol dengan pak polisi terus kita jalan kaki, dari mulai jalan merdeka selatan, sampai jalan thamrin dengan sekitar seratus limapuluhan warga, dan ibu-ibu yang menunutun anak-anaknya. didepan kantornya purnomo yang menteri esdm itu , saya ngomong iseng-iseng sama pengawalnya, pak bilang sama menteri ya, ini korban lapindo makin sengsara gara-gara menteri esdm enggak berdaya sama lapindo, sampai didepan kantor perwakilan pbb, rekan-rekan kita menyampaikan suratnya, kita semua duduk di trotoir jalan thamrin, didepan hotel pasifik tapi enggak ada warga yang mengeluh capek misalnya, para korban itukan hidupnya sudah susah, tapi diam-diam mereka membelikan minum air mineral dingin, dan diselipkan ketanganku. saya minum seteguk, terus saya bagikan pada korban lain yang kelihatan kehausan sekali, terus saya minum seteguk lagi, dan seterusnya botol berganti tangan, saya dikasih dua botol....., padahal saya lihat banyak warga yang enggak beli air mineral itu.... ingat enggak cak , pernah nonton film koboi enggak, kan kalau minum ditengah padang pasir rame-rame dari satu botol kulit, hehehehe, rasanya nikmat bener minum air mineral dingin dari satu botol rame-rame, saya hanya bisa berdoa' semoga para pemimpin kita tidak buta mata dan hatinya, melihat penderitaan rakyat yang ada dinegerinya ini, salambambangsulistomo. 2009/3/23 firdaus cahyadi <[email protected]> > > > Pak SBY-Kalla, Berhentilah Beretorika > > > > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden > (Wapres) Jusuf Kalla, yang juga sama-sama petinggi partai mengumbar jargon > saat > kampanye Pemilu 2009 ini. Namun, kemana mereka semua ketika pada hari Kamis > (19/3) dini hari, ratusan korban Lapindo yang menuntut haknya diusir aparat > dari depan Istana Negara? Pak SBY-Kalla, berhentilah beretorika. Gunakan > mata, > telinga dan hatimu untuk merasakan penderitaan korban lumpur. > > > > Sumber: > http://satudunia.net/?q=content/pak-sby-kalla-berhentilah-beretorika
