Berarti nggak jadi dong SBY Presidenku PKS Partaiku. Makanya tunggu dulu hasil final dari KPU baru buat kampanyenya, jangan seperti sekarang ini setelah JK merapat lagi ke SBY eh SBY/PD mau ya jadi gini lah. Tapi tunggu aja dulu jangan buru-buru buat keputusan siapa tau SBY/PD buat keputusan yang baru lagi, siapa tau,,,,,,,
--- Pada Sel, 14/4/09, Agus Hamonangan <[email protected]> menulis: Dari: Agus Hamonangan <[email protected]> Topik: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PKS Ancam Keluar dari "Golden Bridge" Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 14 April, 2009, 9:15 AM Golkar Gabung, PKS Ancam Keluar dari "Golden Bridge" Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/04/13/ 16481638/ golkar.gabung. pks.ancam. keluar.dari. golden.bridge JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak awal penjajakan koalisi, PKS sudah menunjukkan sinyal kuat merapat ke Partai Demokrat. Namun, ketika Golkar menunjukkan gelagat akan kembali merapat, partai pimpinan Tifatul Sembiring itu mengambil ancang-ancang angkat kaki dari koalisi golden bridge yang digalang Demokrat. Hal itu dikatakan Sekjen PKS Anis Matta di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/4). Alasan yang diutarakan Anis, PKS tak mau terjebak dalam koalisi yang pragmatis. "Kemungkinan (PKS) mempertimbangkan ulang mendukung Pak SBY, kalau menerima JK kembali. Susah membangun koalisi yang kuat kalau setiap orang datang dan pergi sesuka hati sehingga tidak bisa membangun koalisi permanen," kata Anis. "Pak JK kan sudah keluar dari koalisi karena mau mencapreskan diri. Tidak seharusnya ketika suara Golkar turun, karena didorong pragmatisme, kemudian kembali lagi," lanjut anggota Komisi III DPR ini. Alasan lainnya, PKS ingin berada dalam barisan koalisi yang dibangun atas landasan reformis, nasionalis, dan religius. Koalisi ini, jelas dia, mengonsolidasi partai-partai reformis yang lahir di era reformasi. "Supaya bisa membangun reformasi secara konsisten. Tapi kalau kembali lagi pada komposisi sebelumnya, koalisi jadi ke arah pragmatis," kata Anis. Jika JK kembali dipasangkan dengan SBY, salah satu opsi PKS adalah tetap mendukung SBY sebagai presiden, tetapi tidak masuk dalam koalisinya. PKS akan memilih berada di pihak yang independen. Ia menggambarkan, dengan posisi PKS ini, maka di parlemen nantinya akan ada tiga tipikal partai. Sebanyak tiga tipe itu adalah partai pendukung pemerintah, partai oposisi, dan partai independen. Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ [Non-text portions of this message have been removed]
