meja bundar itu raksasa dikitarnya orang haus kuasa saling melempar uang di meja taruhan mereka merengsek maju menuju bayang-bayang sang dewa judi bernama demokrasi
hari ke hari mereka semakin banyak melempar uang menggadai harta, dari sawah sampai emas permata semakin ke depan, semakin banyak harta ditebar sampai semua terkuras sampai lemas sampai hanya beberapa yang tegak bertahan sementara yang lain bergelimpangan atau menjadi gila melata di jalanan sedangkan yang merasa menang. menghitung ulang harta yang melayang kemudian merancang strategi agar harta cepat kembali lalu.. dimana rakyat yang katanya diwakili? ah.. itu urusan nanti
