meja bundar itu raksasa
dikitarnya orang haus kuasa
saling melempar uang di meja taruhan
mereka merengsek maju
menuju bayang-bayang
sang dewa judi bernama demokrasi

hari ke hari
mereka semakin banyak melempar uang
menggadai harta, dari sawah sampai emas permata
semakin ke depan, semakin banyak harta ditebar

sampai semua terkuras
sampai lemas

sampai hanya beberapa yang tegak bertahan
sementara yang lain bergelimpangan
atau menjadi gila melata di jalanan

sedangkan yang merasa menang.
menghitung ulang harta yang melayang
kemudian merancang strategi
agar harta cepat kembali

lalu.. dimana rakyat yang katanya diwakili?
ah.. itu urusan nanti

Kirim email ke