he he he he he jadi makin ketahuan kalau KPU itu cenderung mencari kambing 
hitam kalau akhirnya pemilu kacau.
Harusnya kan disadari kalau DPR itu juga punya persoalan sendiri, sehingga 
belum tentu menyadari apa akibatnya kalau persetujuan anggaran tidak tepat 
waktu, bila Ketua KPU tidak menyampaikan hal tersebut ke DPR.
 
Sampai hari ini belum ada bukti bahwa Ketua KPU pernah menyampaiakn kesulitan 
dana untuk proses pemutakhiran data dari  DPS menjadi DPT, beserta 
konsekuensinya, baik ke pihak Pemerintah maupun DPR.
 
Justru kalau ditanya Wartawan jawabnya: beres, tidak ada masalah dan semua 
tahapan sudah sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

Ketua KPU itu bodoh atau sebetulnya memang ingin membuat jebakan bagi bangsa 
ini dan dengan sengaja mengacaukan pemilu ????
 
Untuk Proyek yang begitu strategis kok ditangani secara amatiran sih/??
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo



--- Pada Kam, 16/4/09, djajaprana <[email protected]> menulis:


Dari: djajaprana <[email protected]>
Topik: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: KPU Tak Mau Disalahkan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 1:37 PM








Alasannya lugu sekali. Karena tidak berani memastikan honor maka pemutahiran 
data untuk hajatan berskala nasional jadi terabaikan.

Pertanyaannya apakah petugas pemutakhir itu hidupnya tergantung besarnya honor 
dan berkualifikasi setara Pak Oga? Karena persetujuan DPR terlambat, berarti : 
ya, salahnya DPR?

Logikanya, apabila pemutakhiran itu dianggap penting, seharusnya ada terobosan 
agar tahapan tiga bulan itu tidak hanya menunggu keputusan administratif. Kalau 
tahapan pemutakhiran itu dianggap penting dan termasuk lintasan kritis dalam 
proses Pemilu, maka alasan honor benar-benar lugu dan lucu…

DJP

Kirim email ke