Bung Herman, Kalo bisa dangkal, tunjukkan dong dimana dangkalnya dan mestinya seperti apa pemikiran yang tidak dangkal, jangan hanya men-judge, biar diskusinya jalan.
IMO, bung Adyanto masih bisa menunjukkan data yang ada selama ini dalam argumentasinya. Data yang saya maksud misalnya pernyataan SBY dan PD yang memang termuat di koran, data dari Depkeu tentang hutang. Dengan data yang sudah jelas itu, bung Ady menafsirkan dari sudut pandangnya. Maka, untuk ada diskusi, tunjukkan data lain yang bisa menyanggah. Atau kalo berangkat dari data yang sama, bisa disampaikan tafsiran Anda atas data yang ada. riyanto Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Suherman Chaniago <[email protected]> Date: Sat, 18 Apr 2009 04:34:32 To: <[email protected]> subject:Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Ekstravaganza ‘TV Pool’ Pidato SBY Adyanto Aditomo, Saya salut melihat semangat Anda untuk menjatuhkan citra SBY dan PD. Lama-lama, jadi ngeri dan geli juga kalau baca komentar Anda, yang menurut saya, maaf ya, terlalu dangkal. ________________________________ From: Adyanto Aditomo <[email protected]> To: [email protected] Sent: Saturday, April 18, 2009 1:50:51 AM Subject: Bls: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Ekstravaganza ‘TV Pool’ Pidato SBY Kelihatannya para 'pembisik" SBY malah makin "membenamkan" SBY ke jurang yang lebih dalam. Kesalahan yang satu dilakukan untuk menutup kesalahan yang lainnya. Kebohongan yang satu dilakukan untuk menutup kebohongan yang lainnya. Saya kok lama - lama jadi curiga, apakah memang banyak "pengkhianat" disekitar SBY sehingga tindakan SBY cenderung berbau kecerobohan? . Mengapa SBY tidak bisa bertindak smart untuk mengatasi kemelut ini?? Orang yang semula tidak percaya kalau SBY dan PD berada dibalik kemelut DPT, akhirnya malah terpaksa percaya bahwa SBY dan PD lah yang berada dibalik kemelut DPT tersebut. Salam, Adyanto Aditomo [Non-text portions of this message have been removed]
