om Manneke, kalau dikalangan pemimpin negeri ini, bisa bersama-sama menyanyikan sebuah lagunya broery, jangan ada dusta diantara kita, wah, negeri ini cepet beres om, kalau dusta-dusta kecil, seperti bilang pada teman nongkrong bahwa enggak punya uang buat traktir warteg sih gak apa-apa, hehehe atau bilang sama istri tercinta, bahwa kita enggak pernah kagum sama ke-ayu-an dian sastrowardoyo atau marissa haque, nanti sang istri tambah sayang deh, hehehehe salambambangsulistomo.
2009/4/22 manneke budiman <[email protected]> > > > Om Bambang, > > Saya tak tahu jawaban dari semua pertanyaan yang Anda ajukan itu, dan > concern utama saya bukan itu semua. Ingat, yang saya sampaikan kepada Pak > Haniwar, sejak semula, adalah pertanyaan: Apakah Pak Haniwar punya data atau > bukti bahwa Kasdam Jaya bertanggung jawab dalam peristiwa Kudatuli? Ini saja > dulu, tak perlu melebar-lebar kesana kemari. Menurut Pak Haniwar, Kasdam > bertanggung jawab. Menurut saya, tanggung jawab terletak di pundak Panglima. > Simple kok. > > Kalo sekarang Anda tanyakan kepada saya soal komandan lapangan pada tataran > Danyon/Danki/Danton, tanpa melihat semua peristiwa itu kasus per kasus, > jawaban saya adalah: merke aharus bertanggung jawab, sebab mereka komandan. > Tentu saja, cakupan tanggung jawabnya sesuai kapasitas masing-masing. Tapi > tanggung jawab utama ada di pundak Panglima (dalam kasus kudatuli adalah > Pangdam Jaya). Ini jelas, tidak ambigu, dan gak negotiable. > > Pelaksana lapangan harus dihukum jika salah menafsirkan instruksi > komandannya. Tapi yang kasih instruksi juga harus tanggung jawab, sebab > instruksi bermula dari dia. Lha kini soal kapasitas Kasdam dan para Ass, > mereka bukan Panglima ataupun pelaksana lapangan. Mereka itu bagian kantoran > dan fungsinya support, bukan command. Ini saja yang harus dijernihkan, biar > diskusi gak ngawur total. > > Anda dan Pak Haniwar itu problemnya sama: melebar dari persoalan utama. > Tadinya berpusat pada hubungan Pangdam dan Kasdam (serta para staf atau > Ass.), kini lalu loncatnya ke pelaksana lapangan, makanya ruwet. > > manneke
