Saya tak habis pikir melihat para elit partai politik kita. Semua bicara tentang menegakkan harga diri. Tapi cara-cara yang mereka pakai justeru merendahkan martabat diri dan partai mereka sendiri.
Mula Harahap Jimly Asshiddiqie: Perpisahan ini memang sudah sejak lama diprediksi oleh banyak pengamat, cuma JK nya saja yg mundur maju dg politik harga diri. Bila perlu mungkin sekali JK bersedia bergabung jadi cawapresnya Megawati. Namun,jika ini terjadi, jelas sekali yg dikedepankan adalah politik harga diri, karena kalap dan emosional. Maka hasilnya bukan meningkatkan harga diri melainkan meruntuhkan harga diri sendiri. Mestinya, harga diri tidak diukur dari diri sendiri tapi dari kacamata masyarakat yg berhak menilai harga seseorang dalam statifikasi sosial. Menurut banyak pengamat, sejarah Jusuf Kalla memang sudah tamat. Satu2nya jalan baginya utk berhenti dg kehormatan adalah dg menjadi "king-maker" saja, jangan berusaha utk menjadi "the king himself". Jika tidak, saya rasa, JK akan kehilangan segalanya, jabatan Wapres dan jabatan Ketua Umum. Bahkan, besar kemungkinan orang akan ada politik balas dendam, semua anggota keluarganya yg terlibat bisnis akan dikejar-kejar KPK dan kejaksaan.
