Yth Rekan Milis,

Sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh KPU maka tgl 16 atau paling 
lambat 
tgl 17 ,Indonesia akan mempunyai CAPRES-CAWAPRES yang jelas siapa-siapanya.

Sebenarnya Indonesia sudah jauh lebih maju dibandingkan dahulu,ketika zaman Pak 
Harto,dimana Ketua MPR dengan teamnya mendatangi Presiden Soeharto ke istana
untuk menanyakan kepastian beliau untuk mau atau berkenan untuk menjadi calon 
presiden berikutnya.

Begitu pula dari Opung saya belajar browsing www.ocw.mit.edu yang memberikan 
bahan mata kuliahnya untuk bisa diikuti seluruh dunia.
ITB sering menjuluki dirinya sebagai MIT yaitu MBandung Institute of Technology.
Dari satu jurusan baru di MIT, yakni Science,Technology dan Sociology,saya 
mengetahui
pentingnya interaksi ketiga ilmu penting diatas.Terutama dinyatakan pentingnya 
sistem sosial-politik dan sistem tekno-ekonomi untuk dapat membawa kemakmuran 
suatu bangsa.

Sehingga dengan kaitan betapa sibuknya para politisi/negarawan berdialog,maka 
menurut
saya,ini adalah tahapan sistem sosial- politik dimana masalah politik dan 
sosial dibahas
dan hasilnya diajukan kepada rakyat untuk dipilih.

Sebenarnya dengan dipilihnya pak Boediono kalau jadi sebagai CAWAPRES oleh SBY,
merupakan pemikiran lebih maju dimana pak SBY sudah memikirkan tahapan 
bagaimana membina sistem tekno-ekonomi bagi bangsa Indonesia.
Begitu pula bagaimana pak Prabowo tetap bertahan ingin jadi CAPRES,karena 
menurut saya,beliau punya  8 Program (pernah dibahas di FPK) andalan bagaimana 
Indonesia bisa sukses mencapai cita-cita bangsanya.Sebab sebagai Wapres,8 
Program beliau bisa kandas ditengah jalan.
Jadi dalam hal ini saya melihat pak SBY dan pak Prabowo sudah berpikir hingga 
sistem tekno-ekonomi dan bukan tahap sistem sosial-politik saja,sudah pasang 
ancang-ancang sejak awal sebelum terjun ke Pemilu.
Saya yakin seluruh kontestan akan berbuat hal yang sama,hanya ada yang terbaca 
jelas dan ada yang masih kabur.

Jadi sebagai rakyat pemilih, perlu kita ingat bersama bahwa setelah sibuk 
dengan pemilihan legislatif dan presiden-capres,maka satu tahap berikut adalah 
lari marathon selama 5 tahun yang merupakan perjuangan panjang menuju 
kemakmuran Indonesia dimana diperlukan kelihayan pemimpin terpilih nanti untuk
memainkan dan memacu sistem sosial-politik dan sistem tekno-ekonomi agar bisa 
lebih cepat mencapai cita-cita Proklamasi dan Konstitusi 45.

Salam Hormat,
Bakri Arbie.








--- On Thu, 5/14/09, Umbu Rey <[email protected]> wrote:

From: Umbu Rey <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mega-Pro, JK-Win, dan SBY...No?
To: "Kompas Kompas" <[email protected]>
Date: Thursday, May 14, 2009, 9:00 AM











    
            
            


      
      Seumpamanya. .., besok Jumat, Partai PDIP mengumumkan Megawati sebagai 
calon presiden dan Prabowo dari Partai Gerindra menjadi wakilnya, maka duet 
kedua tokoh itu akan disingkat namanya oleh para wartawan menjadi MEGA-PRO.

 

Seminggu yang lalu, Golkar sudah menentukan Jusuf Kalla menjadi calon presiden 
dan Wiranto dari Partai Hati Nurani alias Hanura menjadi wakilnya, dan para 
wartawan menyingkat nama kedua tokoh itu menjadi JK-WIN.

 

Nah, pasangan dari partai inkumben Demokrat SBY tampaknya sudah pasti akan 
tetap memilih Gubernur Bank Indonesia, Boediono, dari non-partai menjadi 
wakilnya, dan sialnya, para wartawan menyingkat nama kedua tokoh ini menjadi 
SBY-NO.

 

Apakah ini pertanda JK akan Win dan SBY akan dianggap No (tidak diterima). 
Entahlah nanti Mega akan Pro pada siapa.

 

Kita tunggu sajalah nanti.

 

Umbu



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke