Bung Magucup,
 
Itulah sebabnya Allah selalu meminta umatnya agar selalu mensyukuri seluruh 
anugerah yang telah dilimpahkanNya kepada kita semua, Amin.
 
Sebagai penghibur diri, memang bisa saja kita katakan bahwa keberhasilan 
seseorang yang kelihatannya indah diluarnya, ternyata didalamnya keropos dan 
busuk.
Tapi itu kan contoh orang sukses yang tidak melalui Ridho dari Allah SWT.
Bila seseorang berhasil meraih kesuksesan melalui Ridho dari Allah SWT, niscaya 
luar dalamnya akan sangat indah.
Jadi bukan hanya "pengikut iblis dan setan" yang bisa membuat manusia terlihat 
sukses, Allah SWT juga bisa melakukan hal tersebut.
 
Bahwa ada kesan yang telah kita capai adalah diluarnya terlihat kusam. dan 
didalamnya tidak terlalu indah, kita harus bisa introspeksi diri, dimana letak 
kesalahan kita.
Apakah karena kita kurang gigih dalam mengejar cita - cita?
Apakah karena kita terlalu pasif dalam menghadapi setiap hambatan atau cobaan 
yang diberikan Allah SWT kepada kita?
Apakah kita hanya bergantung pada nasib baik tanpa upaya maksimal untuk 
mengubah nasib kita menjadi yang lebih baik? 
 
Apapun hasilnya, harus kita sampaikan ke anak cucu kita agar mereka bisa 
belajar dari "kegagalan" yang kita alami dan bisa menjadi manusia yang berhasil 
luar dan dalam sesuai yang dikehendaki oleh yang Maha Pencipta.
Kita tidak usah menghibur diri dengan alasan bahwa banyak dari mereka yang 
kelihatannya dari luar "bersinar", tetapi bagian dalamnya "bobrok dan busuk" 
karena langkah keberhasilan mereka tidak di ridhoi oleh Allah SWT.
Saya yakin banyak dari makhluk ciptaan yang Maha Kuasa yang sebetulnya 
"bersinar" luar dan dalam karena apapun yang mereka lakukan sesuai yang telah 
diajarkan oleh para nabi utusan yang Maha Kuasa, hanya saja kita tidak tahu 
mereka itu ada dimana, karena kita tidak punya bukti.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

--- Pada Kam, 21/5/09, mangucup88 <[email protected]> menulis:


Dari: mangucup88 <[email protected]>
Topik: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Rasa Minder Berat !
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 21 Mei, 2009, 10:08 AM








Andrew Elliot merasa minder berat, karena walaupun sudah lebih dari 25 tahun 
lulus dari univerversitas bergengsi Harvard, tetapi kenyataannya tetap saja 
belum bisa memiliki apapun juga yang bisa ia banggakan. Hal inilah yang membuat 
dia jadi takut setengah mati untuk menghadiri pesta reuni teman-teman 
sekelasnya.

Betapa tidak, matan teman sekamarnya saja sudah menjadi calon menteri luar 
negeri, yang satunya jadi dekan, bahkan seorang lagi yang dahulunya dicemohkan 
dan diremehkan telah mencapai puncak prestari sebagai pemain pianis yang 
kesohor. Hal inilah yang membuat ia merasa gagal total dan minder berat untuk 
menghadiri acara pesta reuni tersebut. Bahkan kalau ia jujur, ia merasa iri 
melihat kesuksesan dari teman-teman sekelasnya.

Hal tersebut diatas inilah yang diceritakan dalam Novel -The Class- hasil karya 
dari Erich Segal. Walaupun demikian di akhir cerita, akhirnya ia mengetahui 
bahwa apa yang ia lihat diluarnya tidaklah sebaik dan seindah seperti yang 
diduga oleh kebanyakan orang. Ternyata mereka juga memiliki riwayat yang tragis 
maupun kegagalan-kegagalan lainnya yang tidak terlihat oleh orang luar. 
Masalahnya yang kita lihat hanya mobil mewah maupun gedungnya saja yang 
mentereng maupun karier jabatannya.

Misalnya dalam kehidupan sang pemain pianis; kehidupannya tidaklah semanis 
seperti kariernya. Ia kecanduan obat-obatan, bahkan akhirnya salah satu 
tangannya mengalami disfungsi motoris sehingga tidak bisa ia kendalikan lagi. 
Sedangkan temannya yang menjadi politikus di gedung putih tidak mampu 
mempertahankan perkawinannya sehingga akhirnya ia bunuh diri.

Tidak bisa dipungkiri bahwa secara langsung atau tidak langsung, kita sendiri 
sering mengajukan pertanyaan: Kenapa ia lebih sukses di dalam kehidupannya 
daripada saya? Bahkan seringkali pula kita disindir agar mau melihat keatas 
"Lihat tuh tetangga kita; mereka sudah punya mobil BMW, sedang Loe masih tetap 
azah naik angkot! Apakah kagak malu!"

Disamping itu hampir setiap jam kita di jejali dengan film-film sinetron dimana 
kehidupan glamour dan mewah sudah merupakan thema utama dari film-film 
tersebut. Kesuksesan manusia sekarang ini hanya diukur melalui harta atau 
jabatan yang mereka miliki. Dimana Loe kere dan tidak memiliki jabatan berarti 
Loe ini Mr Nobody!

Memang sudah merupakan fakta nyata, bahwa pada saat kita terpuruk, secara 
langsung atau tidak langsung akan timbul pertanyaan: "Kenapa hidup Gw jadi 
begini? Dimana letak kesalahan Gw? Kenapa Tuhan lebih memberkati orang kapir 
dan para koruptor daripada Gw? Sehingga boro-boro bisa beli Nasi Goreng udah 
bisa makan siang Nasi GOCENG (lim ribu) azah udah bagus! 

Beda dengan Prabowo Subianto dimana konon nilai harga kudanya saja sudah 
mencapai tiga miliar per ekor. Ia memiliki 84 ekor kuda silahkan hitung 
sendiri, baru nilai harga kudanya saja sudah berapa? (sumber Kompas) Sedang Gw 
terkadang untuk biaya angkot tiga ribu saja kagak punya.

Pertama perlu diketahui walaupun kita bisa mengetahui, bahwa harta kekayaan 
dari Prabowo itu Rp 1,7 triliun, hal ini tetap tidak akan bisa merubah nasib 
kita. Uang Prabowo bukanlah uang saya, nasib dia bukanlah nasib saya. Maka dari 
itu saya selalu berusaha untuk mensyukuri dengan apa yang saya miliki dan 
dapatkan. 

Berkat dan anugerah yang paling indah yang saya dapatkan setiap hari ialah 
dimana saya masih diberi kesempatan untuk dapat menikmati matahari dipagi hari. 
Berapa juta orang di dunia ini yang setiap harinya berdoa dan mengharapkan agar 
mereka masih bisa diberikan kesempatan untuk hidup satu hari lebih lama lagi, 
karena mereka berada dalam keadaan sekarat! Percayalah berkat ini ada jauh 
lebih indah dan tidak bisa dinilai dengan uang maupun jabatan sehebat dan 
setinggi apapun juga.

Mang Ucup
Email: mang.ucup<at> gmail.com
Homepage: www.mangucup. org
Facebook

















      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke