Saya melihat orang2 yang membelot dari garis partai sebagian besar adalah caleg yang tidak lagi terpilih jadi legislator 2009-2014. Jadi saya melihatnya seperti sikap "nothing to lose" aja, bukan idealisme. Dipecat juga ga apa2, bisa pindah partai. Berlebihan jika melihat itu dasarnya semata idealisme. Kita lihat nanti siapa yang jadi politisi benalu!
________________________________ Dari: Bambang Sulistomo <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 22 Mei, 2009 20:20:12 Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Dradjad Siap Dikeluarkan dari PAN saya salut, betapapun ini hal yang langka, diluar soal dukungan atau tidak dukungan pada partai tertentu, memang itulah ciri seorang cendekiawan sejati, dia selalu akan memilih pemihakannya pada keyakinan kebenaran ke-ilmuannya, bukan pada kepentingan kekuasaan yang pasti hanya sesaat, apalagi selama ini om Dradjad wibowo kan tidak bicara selain dari keilmuan yang dikuasainya. sebenarnya terjunnya seorang cendekiawan menjadi politisi wakil rakyat, akan banyak gunanya bagi lingkungan para wakil rakyat, pertimbangannya pasti lebih jernih dari sekedar politisi yang hanya mempertimbangkan nuansa koalisi diatas pembagian kekuasaan, cendekiawan yang bersandar kekuatan pada nalar, pegangan pada kebenaran ke-ilmuan, dan kesemua pemikirannya diatas etika dan moralnya, pasti akan menempatkan om dradjad ini beda dengan para politisi karbitan, atau politisi benalu, yang seringkali terpaksa bersandiwara, agar tampak marah, cemberut, gemas, mangkel, sampai terlihat menyesal, kecewa, sedih dan kalau perlu menangis, hihihihi om Drajad memperlihatkan betapa jantannya dia, ditengah rekan-rekannya yang berebut kue kekuasaan yang nikmat sesaat, dia berdiri tegak dan bersuara lantang, keberanian untuk mempertahankan nilai-nilai ke-ilmuan yang di-yakininya, selamat buat om Dradjad, salambambangsulistomo.
