Marilah kita lakukan pengujian tentang survei yang dilakukan oleh LSI, yang
menempatkan SBY Boediono pada posisi teratas dengan perolehan persentase suara
70%. Untuk menguji Survei yang dilakukan oleh LSI diperlukan sample data. Untuk
itu sample data diambil dari hasil polling yang dilakukan beberapa media di
Indonesia.
Inilah hasil polling yang dilakukan beberapa Media di Idnonesia.
Hasil polling Detik:
======================
1. Susilo Boediono (29,496%)= 1523 votes
2. Megawati Prabowo (27,316%)= 1413 votes
3. Jusuf Kalla Wiranto (43,185%)= 2226 votes
Hasil polling Kompas:
=====================
1. Susilo Boediono (13,21%)= 211 votes
2. Megawati Prabowo (10,27%)= 164 votes
3. Jusuf Kalla Wiranto (76,52%)= 1222 votes
Hasil polling Waspada:
=======================
1. Susilo Boediono (21,4%)= 3679 votes
2. Megawati Prabowo (37,7%)= 6587 votes
3. Jusuf Kalla Wiranto (39,5%)= 6785 votes
Hasil polling Okezone:
=======================
1. Susilo Boediono (35,96%) = 5471 votes
2. Megawati Prabowo (34,10%) = 5188 votes
3. Jusuf Kalla Wiranto (29,93%) = 4552 votes
Hasil polling Republika:
=========================
1. Susilo Boediono (28,5%) = 6143 votes
2. Megawati Prabowo (35,3%) = 7628 votes
3. Jusuf Kalla Wiranto (36,2%) = 7814 votes
Jika ditotal:
1. Susilo Boediono (28,094%)= 17027 votes
2. Megawati Prabowo (34,617%)= 20980 votes
3. Jusuf Kalla Wiranto (37,288%)= 22599 votes
================================================
60606 votes
Jadi survei yang dilakukan oleh LSI dipertanyakan dan tidak bisa
dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam pileg, SBY cuma dapat 20 koma
sekian persen suara saja. Persentasi 70% tidak masuk akal dan sangat
menyesatkan. Karena dari sampel data diatas ternyata persentase perolehan suara
tidak berbeda jauh dari ke tiga kandidat.
Sebaiknya KPU meniadakan quick count yang dilakukan oleh lembaga survei karena
tidak indenpenden. Ada kemungkinan KPU menyamakan hasil perolehan oleh Lembaga
Survei.
Perlu dicurigai karena bisa saja tim sukses SBY Boediono melakukan berbagai
kecurangan. Bukankah Ketua BIN Syamsir Siregar menjadi tim sukses SBY tahun
2004. Bukan tidak mungkin BIN dipergunakan untuk memenangkan SBY Boediono.
Catatan:
========
Polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan pendapat dari pembaca
yang berpartisipasi dalam polling ini.