Bung Liman, yang sekarang ramai dihujat bukan dokter-dokternya tetapi
manajemen RS OMNI. Dokter-dokternya belum dulu, tapi jika di kemudian
hari terdapat bukti bahwa dokternya telah mengabaikan hak pasien,
mungkin bisa saja diajukan ke pengadilan dengan tuduhan malpraktik.
Lebih baik sekarang ini dokternya memperbaiki lagi perilakunya dalam
menghadapi pasien, betapa pun pasien itu bodoh atau miskin. Kasus ini
hendaknya menjadi pelajaran bagi para dokter Indonesia jika ingin
martabat profesinya tetap dihornati. Memang tidak banyak dokter yang
berperilaku buruk, tetapi yang sedikit itu jika tidak dikoreksi dapat
merusak seluruh profesi dokter Indonesia.
Anda bilang seandainya dojter ternyata tidak menipu, bagaimana
nasibnya. Itu masih seandainya. Sementara itu toh ia tetap bisa
berpraktik dan mendap[at penghasilan. Tetapi bagaimana Prita yang tentu
tidak sekaya para dokter telah dengan zalim dipisahkan dari anak-
anaknya yang masih balita (bahkan masih menyusu)? Mungkin pula ia sudah
dikeluarkan dari tempat kerjanya karena tiga minggu absen karena
dipenjara dan sekarang masih dalam proses pengadilan. Prita telah
mengalami. Bukan seandainya lagi.
KM

----Original Message----
From: [email protected]
Date: 05/06/2009 16:26
To: <[email protected]>
Cc: "Budiarto Shambazy"<[email protected]>, "Opini Kompas"
<[email protected]>
Subj: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Salam Kenal, Prita, dan Komentar
Bijak

Mas Adyanto,

Saya sangat setuju dengan pendapat Anda. Setelah seminggu melewati
berbagai peristiwa tragis dan konyol, maka sangat sejuk dan
menyenangkan mendengar komentar Anda yg bijak dan lain dr yg lain.

Terlintas di benak saya, seandainya dokter2 di RS tsb tdk menipu,
bagaimana perasaan anggota2 keluarga yg telah terlanjur dituduh dan
dihakimi oleh publik dan media?? Siapa yg akan membela mereka ?????

Wass,

Liman

Kirim email ke