Apakah dengan mengurangi Subsidi untuk rakyat merupakan penjelasan dari Ekonomi Jalan Tengah???? Sangat keterlaluan SBY ini dengan upayanya untuk memangkas habis subsidi untuk rakyat. Mangkanya, anggaran APBN makin besar, penambahan hutang terbesar dalam sejarah, tetapi rakyat makin miskin dan pengangguran makin meningkat. Kalau program ini akan dilanjutkan juga, kira - kira rakyat Indonesia akan menjadi seperti apa ya??? Apa iya seumur - umur rakyat miskin kita hanya bisa hidup kalau diberi BLT. Apakah kemiskinan dan ketidak berdayaan mereka memang by design agar PD bisa terus berkuasa??? Mentang - mentang pendukung utamanya cuma berpendidikan maksimum SD, terus dibodohi begitu. Salam, Adyanto Aditomo
Dari: Agus Hamonangan <[email protected]> Topik: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Utang Masa Pemerintahan SBY-JK Terbesar Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 12 Juni, 2009, 4:25 AM http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/06/12/ 03193941/ utang.masa. pemerintahan. sby-jk.terbesar Jakarta, Kompas - Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil mencatat, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla memperbesar utang dalam jumlah sangat besar. Posisi utang tersebut merupakan utang terbesar sepanjang sejarah RI. Koalisi terdiri dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Perkumpulan Prakarsa, Perhimpunan Pengembangan Pesantren & Masyarakat (P3M), Gerakan Antipemiskinan Rakyat Indonesia, Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Marginal, Pusat Telaah dan Informasi Regional, Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil, dan Publish What You Pay. "Prestasi paling menonjol dari pemerintahan SBY-JK adalah utang kita meningkat. Ini catatan tersendiri," kata Abdul Waidl dari P3M, Kamis (11/6). Berdasarkan catatan koalisi, utang pemerintah sampai Januari 2009 meningkat 31 persen dalam lima tahun terakhir. Posisi utang pada Desember 2003 sebesar Rp 1.275 triliun. Adapun posisi utang Januari 2009 sebesar Rp 1.667 triliun atau naik Rp 392 triliun. Apabila pada tahun 2004, utang per kapita Indonesia Rp 5,8 juta per kepala, pada Februari 2009 utang per kapita menjadi Rp 7,7 juta per kepala. Memerhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009, koalisi menilai rezim sekarang ini adalah rezim antisubsidi. Hal itu dibuktikan dengan turunnya secara drastis subsidi. Pada tahun 2004 jumlah subsidi masih sebesar 6,3 persen dari produk domestik bruto. Namun, sampai 2009, jumlah subsidi untuk kepentingang rakyat tinggal 0,3 persen dari PDB. (sut) ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed]
