Seandainya saja Megawati tidak berkoalisi dengan Prabowo, saya mungkin siap 
memberikan suara saya kepadanya sebagai kesempatan kedua bagi Mega untuk 
membuktikan diri. Sayang, dia memilih partner politik seorang yang punya 
rekamjejak penuh kekejaman.
 
Sama dengan Beye, yang tak bisa melepaskan diri dari rongrongan PKS, yang 
terkenal demen banget mengamini penutupan dan negrusakan rumah ibadah serta 
pemberangusan kebebasan menjalankan ibadah bagi kelompok-kelompok minoritas.
 
Sementara JK dalam soal agama masih memandang bahwa oke-oke saja agama 
mayoritas mendominasi hukum negara. bagaimana lalu negara akan bisa secara adil 
melindungi kelompok-kelompok minoritas kalo presidennya bakalkaya gini cara 
pikirnya?
 
manneke

--- On Fri, 6/12/09, Suhaimi <[email protected]> wrote:


From: Suhaimi <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Monolog Butet sangat memukau
To: [email protected]
Received: Friday, June 12, 2009, 3:03 AM








Ooooh.....anda salah besar, saya bukan orang SBY ! saya adalah "Pengagum Setia 
Bung Karno" yang dikecewakan oleh "Megawati dengan PDIP" nya.

Kalo saya membela "SBY" itu dikarenakan serta diniatkan agar kekecewaan saya 
terhadap "Megawati beserta PDIP" nya tidak berulang pada orang lain, sebab saya 
percaya betul bahwa simpatisan Megawati yang tersisa itu hanya tingggal 2 
kelompok saja yaitu :
1. Kelompok pengagum setia Bung Karno, yang hingga kini masih menganggap "Jiwa" 
Bung Karno masih menempel pada diri "Megawati"
2. Kelompok oportunis yang memanfaatkan keluguan Megawati demi kekuasaan.

Salam hangat,
Suhaimi

Kirim email ke