sayang om Butet tidak menyebutkan hal yang penting, misalnya ajakan pada semua capres untuk menggunakan : azas pembuktian terbalik pada semua tuduhan tindak pidana korupsi, atau misalnya memberikan kesempatan dan dorongan pada rakyat banyak untuk membuat badan usaha milik rakyat, yang mengurus distribusi sembako diwilayahnya masing-masing sehingga dengan cepat daya beli rakyat meningkat, kesenjangan desa dan kota dan kecemburuan sosial ekonomi bisa diatasi , dan hilangnya para manipulator harga sembako sehingga dampak perekonomian neo liberal itu bisa dibatasi. selain itu ajakan pada semua capres, agar tidak lagi mengajak atau memerintahkan polisi, jaksa, birokrasi, bumn, peradilan dan intelijen, untuk bermain politik dan merekayasa dukung-mendukung kekuasaan. sehingga akan mencegah rusak-nya kaum profesional dimasa depan. saya menikmati sentuhan om butet tersebut, tapi, kalau sudah ada ancaman terselubung, bahwa om butet itu bisa dianggap profokator, wah berabe nih sama seperti nasib om ws rendra dan iwan fals dizaman orde baru, band koes bersaudara dan om taufik ismail dizaman orde lama,, atau nasib doel soembang, atau koran pedoman, korang indonesia raya, majalah tempo, yang sistematis direkayasa untuk dilenyapkan, kalau ada yang dianggap tidak benar pada ucapan dan ungkapan fakta dari om butet, atau dianggap sebagai profokator seperti ungkapan para pendukung om beye, wah bakalan dahsyat nih, berarti sebentar lagi kita melanjutkan kekuasaan yang otoriter dimasa lalu. kalau belum jera, silahkan aja lanjutkan bos ! salambambangsulistomo.
2009/6/13 Godlip Pasaribu <[email protected]> > Dari dulu PKS sudah koalisi dengan Partai Demokrat mereka juga nggak bisa > apa2 hanya didukung berapa persen? Jangan suka bikin issu seolah-olah kiamat > kalau PKS koalisi sama PD. Memangnya partai lainnya yang ikut koalisi akan > diam saja? > > Powered by Telkomsel BlackBerry®
