Ini memang satu berita yang baik, yang mungkin dapat membuka pikiran kita. Kedudukan bahasa Indonesia di dalam negeri sangat terancam dengan gejala penginggrisan bahasa Indonesia. Seorang teman, orang Amerika, yang mempelajari bahasa Indonesia berkata bahwa bahasa Indonesia itu mudah. Pendapatnya ini, yaitu bahwa bahasa Indonesia itu mudah dipelajari, tidak salah. Malah ini seharusnya bisa menjadi pendorong bagai orang asing untuk mempelajarinya. Tetapi kelanjutan ucapan teman tadi yang membuat saya tertawa kecut. Dia melanjutkan, kalau dia tidak tahu suatu kata bahasa Indonesia, dia menggunakan kata bahasa Inggris tetapi dengan pengucapan bahasa Indonesia.
Koran kompas, sebagai salah satu koran berbahasa Indonesia terkemuka di Indonesia pun masih sering kali menggunakan kata bahasa Inggris yang diindonesiakan. Misalnya, kita mempunyai kata menduduki tetapi Kompas masih sering menggunakan kata "mengokupasi." Hal lain yang mungkin perlu kita lihat adalah dalam dunia pendidikan kita, ada berapa universitas di Indonesia yang menawarkan bahasa-bahasa Asia Tenggara, meskipun universitas tersebut mempunyai kajian wilayah asia tenggara? Rasanya tidak banyak. Sepengetahuan saya tidak ada yang menawarkan bahasa tagalog, bahasa vietnam, bahasa kamboja dan bahasa Laos. Bahasa Thai hanya ada di UI, atau mungkin juga UGM. RAsanya juga tidak ada yang menawarkan bahasa India seperti Hindi, Tamil, Telugu, dll. Ketika saya di Tiongkok dan mengunjungi Universitas Beijing, saya kagum sekali dengan banyaknya jurusan bahasa dan sastra Asia. Universitas tersebut mempunyai jurusan hampir semua bahasa-bahasa di Asia, meskpun jumlah mahasiswanya dalam satu angkatan hanya ada segelintir saja. Bahkan ada jurusan yang tidak menerima mahasiswa baru setiap tahun karena tidak ada minat dari mahasiswa baru, tetapi jurusan tersebut masih tetap dibuka. Andreas. --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <agushamonan...@...> wrote: > > http://oase.kompas.com/read/xml/2009/06/12/23524123/Bahasa.Indonesia.Jadi.Bahasa.Kedua.di.Ho.Chi.Minh.City > > > > JAKARTA, KOMPAS.com--Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan > Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007, > kata seorang diplomat Indonesia. > > "Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai > bahasa kedua yang diprioritaskan," kata Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh > City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad di Jakarta pada Jumat. > > Guna mengembangkan dan memperlancar studi Bahasa Indonesia, pihak Konsulat > Jenderal Republik Indonesia di kota itu membantu berbagai sarana yang > diperlukan beberapa universitas, kata Irdamis. > > Sarana yang dibantu antara lain peralatan komputer, alat peraga, bantuan > dosen dan bantuan keuangan bagi setiap kegiatan yang berkaitan dengan upaya > promosi Bahasa Indonesia di wilayah kerja universitas masing-masing. > > Perguruan tinggi itu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, > lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, > Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi > Bahasa Indonesia. > > "Jumlah mahasiswa yang terdaftar sampai Nopember 2008 sebanyak 63 orang dan > menurut universitas-universitas itu, minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia > cenderung meningkat," kata Irdamis. > > Ia berpendapat sebagian pemuda Vietnam melihat adanya keperluan untuk > mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan > bilateral kedua negara yang berpenduduk terbesar di ASEAN di masa depan. > > > > Sumber : Ant >
