Pak Bakri Terima kasih atas infonya. Selamat pula bagi pengawet Bahasa Indonesia dan pendidik bahasa Indonesia! Di LIPI ada Pusat Penelitian Sumberdaya Regional (PSDR) dan dibawahnya ada Bidang ASEAN dpp Prof. Dr. Ketut Ardhana. UGM sudah memulai dosennya belajar bahasa Thai, dan PSDR sudah mulai minta penelitinya belajar bahasa Vietnam dan Birma, tanpa harus meminggirkan bahasa Inggeris. Yang terlebih penting menurut saya dosen dan peneliti ini harus menguasai bahasa Inggeris, tidak seperti kebanyakan pejabat kita yang akhirnya ditiru oleh generasi muda dan orang awam berbicara bahasa Inggeris hanya kata kata tertentu saja, sepotong sepotong, sehingga menurut saya ini cara yang salah dalam belajar bahasa Inggeris yang benar. Jadi ungkapan ungkapan bahasa Inggeris hanya gaya doang, ini life style yang keliru, sah sah aja sih ikuti budaya pop pakai ungkapan bahasa Inggeris, atau keinggris ingrisan. Tapi jangan lupa untuk memajukan bahasa Indonesia juga harus ada orang orangnya, seperti yang diungkapkan oleh pak Bakri Arbie.
Salam Rizal Sofyan Gueci ________________________________ From: bakri arbie <[email protected]> To: [email protected] Cc: [email protected]; arbie bakri <[email protected]> Sent: Friday, June 12, 2009 6:43:08 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Ho Chi Minh City Yth Rekan milis, Hal ini memperlihatkan bahwa Pemegang Keputusan di Bidang Pendidikan Vietnam, mempunyai Visi dan Strategi untuk memutuskan bahwa bahasa Indonesia penting untuk Vietnam. Bagaimana visi dan strategi kita ? Mohon informasi dari rekan yang kebetulan bergaul dalam bidang pendidikan. Salam Hormat, Bakri Arbie --- On Fri, 6/12/09, Agus Hamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id> wrote: From: Agus Hamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id> Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Ho Chi Minh City To: Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com Date: Friday, June 12, 2009, 3:28 PM http://oase. kompas.com/ read/xml/ 2009/06/12/ 23524123/ Bahasa.Indonesia .Jadi.Bahasa. Kedua.di. Ho.Chi.Minh. City JAKARTA, KOMPAS.com-- Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007, kata seorang diplomat Indonesia. "Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan, " kata Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad di Jakarta pada Jumat. Guna mengembangkan dan memperlancar studi Bahasa Indonesia, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kota itu membantu berbagai sarana yang diperlukan beberapa universitas, kata Irdamis. Sarana yang dibantu antara lain peralatan komputer, alat peraga, bantuan dosen dan bantuan keuangan bagi setiap kegiatan yang berkaitan dengan upaya promosi Bahasa Indonesia di wilayah kerja universitas masing-masing. Perguruan tinggi itu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi Bahasa Indonesia. "Jumlah mahasiswa yang terdaftar sampai Nopember 2008 sebanyak 63 orang dan menurut universitas- universitas itu, minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia cenderung meningkat," kata Irdamis. Ia berpendapat sebagian pemuda Vietnam melihat adanya keperluan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral kedua negara yang berpenduduk terbesar di ASEAN di masa depan. Sumber : Ant [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
