SBY tidak pernah bersikap kesatria. Siapakah yang mengeroyok atau dikeroyok.
Lihatlah berapa banyak partai yang bergabung dengan koalisi. Mempengaruhi kader 
golkar supaya "mengkudeta" Partai Golkar (melalui tangan AT,ARB,AL).

Menggunakan simbol-simbol negara untuk pemenangan. Lihat saja sikap yang tidak 
simpatik dari Hatta, Andi Malarangeng, menteri-menteri pada Kabinet bersatu, 
komisaris2 BUMN, bukankah itu mengungkapkan sikap SBY tidak kesatria memperalat 
simbol-simbol negara.

Gerakan satu putaran pada pilpres, Pembentukan opini publik melalui lembaga 
survei yang digagas PD membuktikan bahwa SBY tidak bersikap kesatria.
Jadi SBY berusaha membuat drama politik untuk mendapatkan simpati publik 
seolah-oolah teraniaya padahal SBY lah yang menganiaya. 

SBY berusaha mendramatisir karena sadar sulit untuk menang pada pilpres.

--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<agushamonan...@...> wrote:
>
> Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Nugroho A
> 
> http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/12/16033416/SBY.Saya.Kesatria
> 
> 
> MALANG, KOMPAS.com — Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut 
> diri sebagai kesatria yang tidak mau menyimpang dari aturan karena taat 
> aturan. Karena kesatria, SBY yang merasa dikeroyok tidak mau balik menghantam 
> lawan politiknya.
> 
> "Saya ini kesatria. Tidak mau menyimpang dari aturan dan taat aturan. Tidak 
> baik di depan rakyat hantam menghantam apalagi dalam deklarasi kampanye 
> damai," ujar SBY saat mengawali kampanye nasionalnya di GOR Ken Arok Malang, 
> Jawa Timur, Jumat (12/6).
> 
> SBY menyebut kampanye damai yang digelar KPU dua hari lalu sebagai pihak yang 
> "dikeroyok". SBY menyebut banyak telepon dan SMS yang diterima kenapa diam 
> saja saat dikeroyok. "Meski dikeroyok. Tidak perlu cemas. Ada Tuhan. Ada 
> Allah. Ada rakyat Indonesia," ujarnya sambil mengelus dada.
> 
> SBY meskipun bermain aman tidak menyebut nama untuk setiap serangan baliknya, 
> siapa yang dimaksud dalam tiap serangannya sangat jelas yaitu dua capres 
> penantang Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla.
> 
> Mengenai Megawati, SBY berujar tidak ingin menebar angin surga dan 
> janji-janji, padahal saat menjabat tidak melaksanakannya.
> 
> Soal Jusuf Kalla, SBY berujar tidak ingin menyampaikan kata-kata yang 
> menggebuki pemerintah, padahal yang bersangkutan masih ada di pemerintahan.
>


Kirim email ke