Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Nugroho A

http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/12/16033416/SBY.Saya.Kesatria


MALANG, KOMPAS.com — Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut 
diri sebagai kesatria yang tidak mau menyimpang dari aturan karena taat aturan. 
Karena kesatria, SBY yang merasa dikeroyok tidak mau balik menghantam lawan 
politiknya.

"Saya ini kesatria. Tidak mau menyimpang dari aturan dan taat aturan. Tidak 
baik di depan rakyat hantam menghantam apalagi dalam deklarasi kampanye damai," 
ujar SBY saat mengawali kampanye nasionalnya di GOR Ken Arok Malang, Jawa 
Timur, Jumat (12/6).

SBY menyebut kampanye damai yang digelar KPU dua hari lalu sebagai pihak yang 
"dikeroyok". SBY menyebut banyak telepon dan SMS yang diterima kenapa diam saja 
saat dikeroyok. "Meski dikeroyok. Tidak perlu cemas. Ada Tuhan. Ada Allah. Ada 
rakyat Indonesia," ujarnya sambil mengelus dada.

SBY meskipun bermain aman tidak menyebut nama untuk setiap serangan baliknya, 
siapa yang dimaksud dalam tiap serangannya sangat jelas yaitu dua capres 
penantang Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla.

Mengenai Megawati, SBY berujar tidak ingin menebar angin surga dan janji-janji, 
padahal saat menjabat tidak melaksanakannya.

Soal Jusuf Kalla, SBY berujar tidak ingin menyampaikan kata-kata yang 
menggebuki pemerintah, padahal yang bersangkutan masih ada di pemerintahan.


Kirim email ke