Pak Wal, Kalau saya baca yang dipersolkan dalam tulisan ini kayaknya kualitas/ profesionalisme maskapai penerbangannya dan bukan menyentuh kualitas para penerbangnya. Kesimpulan yang tidak tepat bisa memberi impak sangat jauh berbeda. Mungkin perlu ada klarifikasi. SH
2009/6/30 Wal Suparmo <[email protected]> > > > Salam , > Kira2 30 puluh tahun yang lalu atau GENERASI PENERBANG TUA Indonesia > sangat terkenal keterampilan, kecakapan dan keamamannya. > Di > sekolah2 penerbang di dunia, para calon pilot Indonesia selalu mendapat > rangking pertama atau minimal ke 2.Di KLM dibutuhkan 100 jam terbang > sebelum dapat dipercaya menjadi captain pesawat KLM tetapi pilot > Indonesia hanya membutuh 15 sampai 25 jam saja.Di Fokker pilot > Indonesia jauh lebih tinggi kepandaian dan keterampilannya dibanding > dengan para pilot dari Filipina,Burma dan Amerika Selatan.Para pilot > Australia belajar "praktek" di Indonesia. > Tetapi terbukti sekarang GENERASI BARU SANGAT MEROSOT kwalitasnya.Sangat > menyedihkan!!! > Wasalam, > Wal Suparmo
