Pak Cahyadi,
Saya yakin semua 3 Capres dan cawapres merasa memiliki solusi yang Riil seperti 
yang bapak katakan tadi. Namun batasan Riil  seringkali tidak sreg dengan akal 
sehat kita.
sayangnya, semua capres juga merasa apapun solusi yang ditawarkan mereka, tidak 
akan terealisasikan kalau mereka tidak menjadi yang nomor 1 dinegeri ini.  
Padahal kalau mereka mau, tanpa menjadi presidenpun sebenarnya mereka bisa 
memberikan solusi riil yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat,  walaupun 
mungkin scopenya tidak seluas  kalau jadi presiden.  Kalau di ulik2 dalam 
ingatan saya.. sulit mencari data pernahkah para capres ini yang benar2 terjun 
langsung memperbaiki kondisi masyarakat ketika sebelum menjadi capres dan 
cawapres?

saya yakin di FPK ini banyak juga ditawarkan solusi Riil. tinggal pak 
cahyadinya yakin ga dengan realitas solusi yang beredar di FPK ini.
salam
HQQ

 

________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 30, 2009 8:16:19 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Debat Cawapres

Dalam debat Cawapres sore ini di Metro TV, saya begitu heran dengan Pernyataan 
Cawapres yand mengakui bahwa angka kemiskinan begitu tingginya dan secara terus 
terang mengkritik bahwa Pemerintah sekarang kesannya mendiamkan masalah ini.

Pertanyaannya adalah : 'Apakah beliau tidak sadar bahwa saat ini beliau 
menjalin koalisi dengan "Pemerintahan Gagal" tersebut?'

Dalam hal ini saya obyektif setuju dengan pendapat Bp. Prabowo, yaitu bagaimana 
semua "Program Penggratisan" itu bisa terlaksana kalau dana anggarannya saja 
tidak ada? Menurut saya, daripada berandai-andai 'seandainya saya dan koalisi 
saya terpilih maka akan kami perjuangkan bla...bla...bla gratis', lebih baik 
kita pikirkan bagaimana 'mengadakan' dana untuk melangsungkan 'program 
gratisan' tersebut.

Saya benar benar tidak habis pikir, katanya orang-orang pandai... Tapi bisa 
bisanya mencanangkan pertumbuhan ekonomi diatas 5%, apa tidak disadari sejak 
turunnya Bp. Soeharto...NEGARA INI DEFISIT TAHUN DEMI TAHUN?
Mimpi yang tak berujung.

Sebagai rakyat kecil, saya menyadari bahwa “NEGARA INI PENUH ORANG YANG HANYA 
BISA KOMENTAR TANPA MEMBERI SOLUSI RIIL“, maaf kalau salah.

Yang saya harapkan disini, di FPK ini, yang penuh oleh Cendekiawan ini, agar 
bisa tetap memberikan solusi, dan bukannya tarung sendiri. Dan tuangkanlah 
SOLUSI dimilis kita ini agar dibaca oleh pihak yang berkepentingan agar 
menjadikan PENCERAHAN bagi Pejabat terkait.

Maaf dan terima kasih

Salam dari yang muda
Cahyadi
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kirim email ke